Selamat Datang di situs materi perkuliahan yang diampu oleh Rizki, S.Si., M.P email: khi_bio@yahoo.com Web: http://www.rizkibio.com

Welcome on Rizkibio Web Learning


Bismillahirrahmaanirrahiim

Selamat datang di Web bimbingan Rizki, S.Si., M.P., Lecturer Program studi Pendidikan Biologi. Web ini di buat dengan tujuan untuk mempermudah mahasiswa dalam mendapatkan dan memahami konsep-konsep tentang mata kuliah yang di bimbing oleh penulis. Mereka tetap dapat mengakses materi tentang perkuliahan dimanapun mereka berada melalui smartphone, netbook, laptop, atau komputer yang terhubung dengan internet. Web ini juga dapat membantu mahasiswa dalam melakukan praktikum karena dalam web ini juga disediakan foto-foto objek atau gambar bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam praktikum (dalam pengembangan).
Semoga bermanfaat dan Selamat Belajar...........

Klasifikasi Divisio Spermatophyta

Spermatophyta (tumbuhan berbiji) atau dikenal juga dengan tumbuhan tinggi yang jelas dapat dibedakan dengan kelompok makhluk hidup lainnya seperti bakteri, jamur, alga, lumut, dan paku dengan memperhatikan sifat-sifat seperti, pembentukan tabung sari oleh serbuk sari setelah penyerbukan dan dihasilkan biji yang umumnya mengandung sebuah embrio atau tumbuhan baru, ukurannya makroskopis dengan bentuk(habitus) yang bervariasi, bersifat fotoautotrof, habitat umumnya di darat, walau ada beberapa yang hidup di air

Menurut Engler tumbuhan tinggi ini dimasukkan dalam divisi Embriophyta Siponogama karena proses pembuahannya sel kelamin jantan harus melalui buluh serbuk sari (siphon) untuk bertemu sel telur, sedangkan Halier menamakanya dengan Spermatophyta dan Eichler menyebutnya dengan Phanerogamae. Phanerogamae merupakan tumbuhan tingkat tinggi yang berbiji yang jelas perkembangkan seksual antara individu jantan dan betina. Divisi yang lainnya pada kingdom plantae yaitu Cryptogamae (alat perkembanganbiakannya tersembunyi) yang disebut juga dengan tumbuhan yang perkembang biakannya dengan spora.

Lawrence (1964) Mengklasifikasikan spermatophyta ke dalam dua subdivisi yaitu gymnospermae yang dikenal dengan tumbuhan biji terbuka atau biji telanjang dan Angiospermae yang dikenal dengan tumbuhan biji tertutup. Sedang kan Cronquist (1991) mengelompokan tumbuhan berbiji ke dalam dua divisi yaitu Pinophyta (tumbuhan berstrobilus) dan Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)

Menurut lawrence tumbuhan monocotyledoneae lebih primitif dibandingkan dengan dicotyledoneae, sedangkan menurut Cronquist tumbuhan dicotyledoneae (magnoliopsida) lebih primitif dibandingkan monocotyledoneae (liliopsida) hal ini karena perbedaan konsep antara Engler yang dianut oleh Lawrance dan Cronquist yang menganut konsep Bessey. Perbedaan konsep tersebut antara lain: menurut Engler bunga yang primitif ialah bunga yang apetal dan uniseksual, sedangkan menurut Bessey ialah bunga yang polipetal (banyak lembaran mahkota), periatium (perhiasan bunga) banyak, simetris, dan biseksual. Proses penyerbukan yang primitif menurut Engler ialah dibantu dengan angin, sedangkan menurut Bessey dengan bantuan serangga. Menurut Engler monocotyledoneae diturunkan dari gymnos yaitu coniferoid dan gnetinoid, sedangkan menurut Bessey diturunkan dari Gymnospermae cycadeoid. Engler memiliki filosofi yaitu bunga yang sederhana merupakan bunga yang primitif sedangkan menurut Bessey bunga yang banyak bagian-bagiannya merupakan bunga yang primitif. 

Subdivisio Gymnospermae terdiri dari beberapa kelas, namun beberapa diantaranya adalah tumbuhan purba, namun beberapa tumbuhan kelompok gymnopermae yang masih hidup sampai saat ini antara lain: Classis Cycadinae, Classis Ginkionae, Classis Coniferae dan Classis Gnetinae. Tumbuhan kelompok sub divisi angiospermae merupakan tumbuhan yang banyak tersebar dan umumnya tumbuh mendominasi tumbuhan yang hidup di muka bumi

Pembimbing: Rizki, S.Si., M.P.



loading...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Info Kesehatan Anda

loading...

Rizkibio Web Learning

Entri Populer