Selamat Datang di situs materi perkuliahan yang diampu oleh Rizki, S.Si., M.P email: khi_bio@yahoo.com Web: http://www.rizkibio.com

Welcome on Rizkibio Web Learning


Bismillahirrahmaanirrahiim

Selamat datang di Web bimbingan Rizki, S.Si., M.P., Lecturer Program studi Pendidikan Biologi. Web ini di buat dengan tujuan untuk mempermudah mahasiswa dalam mendapatkan dan memahami konsep-konsep tentang mata kuliah yang di bimbing oleh penulis. Mereka tetap dapat mengakses materi tentang perkuliahan dimanapun mereka berada melalui smartphone, netbook, laptop, atau komputer yang terhubung dengan internet. Web ini juga dapat membantu mahasiswa dalam melakukan praktikum karena dalam web ini juga disediakan foto-foto objek atau gambar bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam praktikum (dalam pengembangan).
Semoga bermanfaat dan Selamat Belajar...........

Soal Taksonomi Tumbuhan Tinggi (Sistematika Tumbuhan)

Silahkan Ketikan Jawabannya pada kolom komentar di Bawah Soal-soal Latihan
  1. Jelaskan tiga dasar taksonomi
  2. Bagai mana cara menyusun sebuah kunci dikotom (jelasakan)
  3. Jelasakan beserta contoh apa itu kunci tabular dan formula taksonomi
  4. Sebutkan syarat-syarat penulisan nama ilmiah
  5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sinonim, sebutkan contohnya?
  6. Apa yang dimaksud dengan homonim? Sebutkan contohnya dan kenapa hal ini bisa terjadi?
  7. Kenapa herbarium dapat digunakan sebagai bahan penelitian, jelaskan
  8. Jelaskan apa yang mendasari kenapa sistem klasifikasi tersebut selalu berkembang
  9. Mengapa Gnetum gnemon dikatakan sebagai spesies peralihan dari gymnospermae ke angiospermae. Jelaskan proses pembuahan tunggal pada gymnospermae
  10. Kenapa tumbuhan tinggi ini dikelompokkan ke dalam divisi spermatophyta, kenapa spermatophyta ini disebut juga dengan embriophyta siponogama dan kenapa juga disebut dengan phanerogami, jelaskan!
  11. Jelaskan proses pembuahan ganda pada angiospermae dan kenapa pembuahan pada angiospermae ini dikatakan sebagai pembuahan ganda. 
  12. Jelaskan perbedaan antara poaceae/graminae dengan cyperaceae
  13. Jelaskan perbedaan utama antara ordo helobiae (kelompok genjer) dengan spathyflorae (keladi-keladian)
  14. Sebutkan ciri monokotil apa yang terlihat pada Cocos nucifera 
  15. Kenapa ada ahli taksonomi yang mengelompokkan keladi dan kelapa ke dalam satu ordo yang sama yaitu spadiciflorae dan kenapa ada ahli yang memisahkannya ke dalam dua ordo yang berbeda (spathyflorae/Arales dan Principes/Arecales)
  16. Familia apa yang paling maju diantara ordo Scitaminae, mengapa demikian jelaskan?
  17. Ordo apa yang paling maju diantara ordo pada kelas monocotyledoneae, mengapa demikian. Jelaskan berdasarkan pendapat para ahli. 
  18. Mengapa Musa paradisiaca dikatakan sebagai spesies yang partenokarpi.
  19. Classis Dycotiledoneae dibagi menjadi 3 sub classis, sebutkan 3 sub classis tersebut dan berdasarkan apakah pembagiannya, jelaskan.
  20. Jelaskan kenapa ordo cassuarinales disebut juga dengan ordo verticilatae.
  21. Mengapa buah pada Arthocarpus integra disebut juga dengan buah semu majemuk, Jelaskan.
  22. Jelaskan perbedaan antara pinus dan cemara laut
  23. Mengapa Amarnthus spinosus termasuk classis dicotyledoneae?
  24. Jelaskan kenapa ordo caryophylales disebut juga dengan ordo Centrospermae, sebutkan contoh familia pada ordo ini
  25. Kenapa ordo ranales disebut juga dengan polycarpiceae
  26. Kenapa spesies pada familia annonaceae dikatakan sebagai kelompok tumbuhan peralihan dari classis monocotyledoneae ke dicotyledoneae, Jelaskan.
  27. Mengapa familia magnoliaceae dikatakan familia yang paling primitif dibandingkan familia lainnya
  28. Kenapa familia leguminosae dibagi ke dalam 3 sub familia yang berbeda dan mengapa tiga sub familia tersebut dapat disatukan ke dalam satu familia, jelaskan.
  29. Jelaskan perbedaan familia balsaminaceae dengan familia lainnya pada ordo sapindales
  30. Jelaskan kenapa ada ahli taksonomi yang memisahkan antara familia tiliaceae dengan familia elaeocarpaceae, Apa yang membedakan antara familia tiliaceae dan elaeocarpaceae?
  31. Kenapa ordo malvales disebut juga dengan columniferae, dan mengapa semua famia yang ada pada  ordo malvales saat ini digabungkn kedalam familia malvaceae jelaskan.
  32. Bombacaceae merupakan salah satu familia yang termasuk ke dalam ordo malvales, familia ini memiliki spesies yang dapat di konsumsi oleh manusia salut bijinya, jelaskan ciri-ciri dari familia ini dan sebutkan contoh spesiesnya
loading...

36 komentar:

Anonim mengatakan...

6.Pengertian homonim,beserta contoh,dan jelaskan mengapa hal ini bisa terjadi?
Hominim yaitu satu nama ilmiah yang sama di berikan oleh penulis yang berbeda untuk dua jenis tumbuhan yang berbeda pula.
contoh homonim: Viburnum fragrans loisel 1824 homonim dengan Vibrunum fragrans Bunge (1831).
Homonim ini sebenarnya tidak boleh terjadi,dan yang berlaku adalah nama yang tanggal penerbitnya lebih awal sesuai dengan azaz prioritas yang terdapat pada Kode Internasional Tatanama Tumbuhan
(RIDA NOVIANTI)

Anonim mengatakan...

NO.14
Ciri-ciri monokotil dari cocos nucifera dapat dilihat dari akarnya memiliki sistem erakaran serabut keras dan kaku dimana akar lembaga tidak tumbuh. dari lembaga atau kecambah akar lembaga kemudian mati, disusul dengan pembentukan akar-akar yang kurang lebih sam besar dan keseluruhannya membentuk sistem akar serabut. dimana ujung akar lembaga dilindungi oleh koleoriza dan ujung pucuk lembaga dilindungi oleh koleoptil. dari sisi biji mempunyai lembaga dengan satu daun lembaga yang mengalami metamorfosis menjadi alat enghisap makanan dari endosperm bagi lembaga. pada waktu berkecambah biji tidak berbelah. dari sisi batang, batang dari pangkal ke ujung hampir sama besar, tidak bercabang-cabang. dari sisi daun, daun nya tunggal, berupih, kadang-kadang mempunyai lidah-lidah yang dianggap sebagai daun penumpu, tulang daun sejajar atau melengkung. dari sisi bunga, bagian-bagian bunga berbilang tiga. dari sisi anatomi, batang maupun akar tidak mempunyai kambium.
susriyanti

Anonim mengatakan...

22. Perbedaan antara pinus dan cemara laut yaitu
-Daun pinus merupakan daun tunggal liniaris, panjang seperti jarum dan tersebar dalam dua baris atau dalam ikatan (dalam satu ikatan daun terdiri dari dua helai daun) sedangkan daun cemara laut, daun tereduksi seperti selaput kecil atau sisik yang bewarna putih dan tersusun berkarang yang ditemukan pada buku batang
-Buah pada pinus berbentuk kerucut yang silindris dan biasanya bijinya bersayap sedangkan buah pada cemara laut merupakan kumpulan buah majemuk atau buah kurung yang bersayap
-Strobilus betina pada pinus, setelah masak sisik ovul mengeras dan disebut sisik runjung, sehingga strobilus betina disebut runjung
-Pohon pinus habitat aslinya di dataran tinggi sedangkan pohon cemara laut tumbuh di daerah pantai dan dataran rendah
(Yani kahar_Nim.15300600080)

ulva weri oktari mengatakan...

Nama : Ulva Weri Oktari (19) Biologi 3C
Classis dicotyledoneae terbagi menjadi 3 subclassis yaitu subclassis monoclamidae(apetalae), subclassis dialypetalae dan subclassis sympetalae. Classis dicotyledoneae ini dibedakan menjadi 3 subclassis karena adanya perbedaan yang terletak pada ada dan tidak adanya daun-daun mahkota (petalae) dan susunan daun-daun mahkota bunga.
A. Subclassis monoclamidae (apetalae) merupakan kelompok tumbuhan yang memiliki satu perhiasan bunga yang dikenal perigonium dan umumnya perianthium menyerupai kaliks (kelopak) namun ada juga yang tidak memiliki perhiasan bunga
B. Subclassis dialypetalae merupakan kelompok tumbuhan yang mempunyai perhiasan bunga ganda, kelopak dengan mahkotanya dapat dibedakan dengan jelas. Daun mahkota bebas satu sama lain.
C. Subclassis sympetalae merupakan kelompok tumbuhan yang memiliki perhiasan bunga yang lengkap, dapat dibedakan antara kaliks dan corollanya. Namun antara sesama petalnya saling berlekatan.

Anonim mengatakan...

20. Ordo casuarinales disebut juga verticillatae karena memiliki daun yang amat tereduksi menjadi selaput kecil atau berbentuk sisik yang berwarna putih dan tersusun berkarang yang ditemukan pada buku batang.dan pada ordo ini memiliki batang yang umumnya dianggap sebagai daun,beruas-ruas,cabang pendek berwarna hijau. Daun berjumlah 4-6 dalam setiap ruas,mereduksi sperti sisik yang menyatu pada pangkalnya.
(Usi Zaitul Putri_Nim.15300600077)

Anonim mengatakan...

5.Dalam tata nama ilmiah,sinonim itu dimaknakan sebagai nama yang diberikan kepada suatu Taksonomi atau Takson spata.dimana pengertian sinonim yaitu satu tumbuhan mempunyai 2 nama ilmiah.
Contoh:- Thuja aphylla L(1753) sinonim dengan Tamarix articulata Vahl (1791).
-pada tanaman Asoka,tanaman multiguna ini adalah salah satu contoh yang punya banyak nama lainnya dalam bahasa latin (sinonimnya) selain nama aslinya.contoh pada Pavetta Indica Linneus sinonim dengan Ixora Indica Linneus.
-Pinus abies sinonim dengan picea abies.
(RENITA SETIA NINGSIH)

Anonim mengatakan...

18.partenokarpi merupakan gejala terbentuknya buah tanpa melalui proses pembuhanan inti generatif pada sel telur.
karna pada musa paradisiaca tidak terjadi pembuahan atau feltilisasi yaitunya pembentukan buah tidak dimulai dengan adanya proses persarian atau polinasi kepala putik atau stigma oleh serbuk sari atau polen. yang mana pada musaceae memiliki stamen pada dasrnya satu, tapi merupakan staminodium (felamen yang tidak memiliki anthera)sedangkan lima lainnya fertil.
(TIARA HERLIZA)

ulva weri oktari mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
ulva weri oktari mengatakan...

Classis dicotyledoneae terbagi menjadi 3 subclassis yaitu subclassis monoclamidae(apetalae), subclassis dialypetalae dan subclassis sympetalae. Classis dicotyledoneae ini dibedakan menjadi 3 subclassis karena adanya perbedaan yang terletak pada ada dan tidak adanya daun-daun mahkota (petalae) dan susunan daun-daun mahkota bunga.
A. Subclassis monoclamidae (apetalae) merupakan kelompok tumbuhan yang memiliki satu perhiasan bunga yang dikenal perigonium dan umumnya perianthium menyerupai kaliks (kelopak) namun ada juga yang tidak memiliki perhiasan bunga
B. Subclassis dialypetalae merupakan kelompok tumbuhan yang mempunyai perhiasan bunga ganda, kelopak dengan mahkotanya dapat dibedakan dengan jelas. Daun mahkota bebas satu sama lain.
C. Subclassis sympetalae merupakan kelompok tumbuhan yang memiliki perhiasan bunga yang lengkap, dapat dibedakan antara kaliks dan corollanya. Namun antara sesama petalnya saling berlekatan.

ulva weri oktari mengatakan...

Nama : Yulia Safitri (26) Biologi 3C
Spesies pada familia Annonaceae dikatan sebagai kelompok peralihan dari classis monocotyledoneae ke dicotyledoneae karena pada spesies famili annonaceae mempunyai perhiasan bunga yang berbilang 3. Contohnya pada sirsak memiliki mahkota berjumlah 6 sepalum yang terdiri dari 2 lingkaran, bentuknya hampir segitiga, tebal dan kaku. Dan ini merupakan ciri monocotyledoneae. Sedangkan ciri dycotyledoneae yang ada pada spesies familia annonaceae yaitu memiliki akar tunggang, dengan batang dari pangkal keujung seperti kerucut panjang, bercabang-cabang, buku-buku dan ruas tidak jelas. Daun tunggal dan duduk daun tersebar. Tulang daun menjari atau menyirip, dan akar maupun batang mempunyai kambium. Bijinya terbelah dua dan dilapisi endosperm.

ulva weri oktari mengatakan...

Nama : Yulia Safitri (26) Biologi 3C
Spesies pada familia Annonaceae dikatan sebagai kelompok peralihan dari classis monocotyledoneae ke dicotyledoneae karena pada spesies famili annonaceae mempunyai perhiasan bunga yang berbilang 3. Contohnya pada sirsak memiliki mahkota berjumlah 6 sepalum yang terdiri dari 2 lingkaran, bentuknya hampir segitiga, tebal dan kaku. Dan ini merupakan ciri monocotyledoneae. Sedangkan ciri dycotyledoneae yang ada pada spesies familia annonaceae yaitu memiliki akar tunggang, dengan batang dari pangkal keujung seperti kerucut panjang, bercabang-cabang, buku-buku dan ruas tidak jelas. Daun tunggal dan duduk daun tersebar. Tulang daun menjari atau menyirip, dan akar maupun batang mempunyai kambium. Bijinya terbelah dua dan dilapisi endosperm.

Santi Kurnia Putri mengatakan...

Poaceae/graminae dibedakan dengan cyperaceae disebabkan karena pada akar poaceae/graminae memiliki akar serabut kecil-kecil seperti benang sedangkan pada akar cyperaceae memiliki akar serabut yang mana akar tersebut tumbuh pada geragih yang terbentuk dari modifikasi batang yang yang digunakan sebagai organ perkembangbiakan vegatitatif pada tumbuhan cyperaceae.
Tidak hanya itu, batang pada familia poaceae/graminae memiliki batang yang berongga, silinder, dan memilki buku-buku yang jelas, sedangkan pada cyperaceae pada umumnya memiliki bentuk batang yang segitiga dan tidak memiliki rongga serta memiliki ruas yang amat panjang dibandingkan ruas pada familia graminae.
Untuk organ daunnya, familia poaceae/graminae memiliki daun yang berpelepah yang mana pertemuan antara pelepah dengan helaian daunnya terdapat alat tambahan yang disebut juga dengan ligula atau lidah-lidah yang berfungsi untuk mencegah masuknya air ke dalam ketiak daun, sehingga terhindar dari pembusukkan. Sedangkan pada daun cyperaceae tidak ditemukannya ligula tersebut, akan tetapi pada cyperaceae daunnya merupakan berkas pada pangkal batang sehingga tumbuhan ini dikatakan memiliki roset akar.
Selanjutnya, pada organ bunganya juga terdapat perbedaan antara kedua familia tersebut yang mana pada familia cyperaceae/graminae memiliki karangan bunga yang terminal atau berada dibahagian paling ujung pada batang. Sedangkan familia cyperaceae memiliki karangan bunga yang axilaris yang mana terletak diketiak daun.
Tidak hanya itu, bunga pada familia poaceae/graminae memiliki spikelet yang terdiri dari satu/lebih floret dengan braktea yang kaku atau disebut juga dengan gluma sebanyak 2 buah dan tiap-tiap floret memiliki bractea berupa lemma dan palea. Sedangkan pada familia cyperaceae juga memiliki gluma hanya saja pada ketiak tiap-tiap gluma tersebut hanya tumbuh satu bunga saja. Selain itu, stigma pada poaceae/graminae memiliki bentuk seperti bulu ayam sedangkan bentuk stigma pada familia cyperaceae tidak seperti yang terdapat pada stigma familia poaceae/graminae. Sedangkan tangkai putik (stylus) pada poaceae/graminae berjumlah 2 jarang yang berjumlah 1 atau 3, sedangkan stylus pada cyperaceae berjumlah 2 atau 3.

Santi Kurnia Putri

Santi Kurnia Putri mengatakan...

Poaceae/graminae dibedakan dengan cyperaceae disebabkan karena pada akar poaceae/graminae memiliki akar serabut kecil-kecil seperti benang sedangkan pada akar cyperaceae memiliki akar serabut yang mana akar tersebut tumbuh pada geragih yang terbentuk dari modifikasi batang yang yang digunakan sebagai organ perkembangbiakan vegatitatif pada tumbuhan cyperaceae.
Tidak hanya itu, batang pada familia poaceae/graminae memiliki batang yang berongga, silinder, dan memilki buku-buku yang jelas, sedangkan pada cyperaceae pada umumnya memiliki bentuk batang yang segitiga dan tidak memiliki rongga serta memiliki ruas yang amat panjang dibandingkan ruas pada familia graminae.
Untuk organ daunnya, familia poaceae/graminae memiliki daun yang berpelepah yang mana pertemuan antara pelepah dengan helaian daunnya terdapat alat tambahan yang disebut juga dengan ligula atau lidah-lidah yang berfungsi untuk mencegah masuknya air ke dalam ketiak daun, sehingga terhindar dari pembusukkan. Sedangkan pada daun cyperaceae tidak ditemukannya ligula tersebut, akan tetapi pada cyperaceae daunnya merupakan berkas pada pangkal batang sehingga tumbuhan ini dikatakan memiliki roset akar.
Selanjutnya, pada organ bunganya juga terdapat perbedaan antara kedua familia tersebut yang mana pada familia cyperaceae/graminae memiliki karangan bunga yang terminal atau berada dibahagian paling ujung pada batang. Sedangkan familia cyperaceae memiliki karangan bunga yang axilaris yang mana terletak diketiak daun.
Tidak hanya itu, bunga pada familia poaceae/graminae memiliki spikelet yang terdiri dari satu/lebih floret dengan braktea yang kaku atau disebut juga dengan gluma sebanyak 2 buah dan tiap-tiap floret memiliki bractea berupa lemma dan palea. Sedangkan pada familia cyperaceae juga memiliki gluma hanya saja pada ketiak tiap-tiap gluma tersebut hanya tumbuh satu bunga saja. Selain itu, stigma pada poaceae/graminae memiliki bentuk seperti bulu ayam sedangkan bentuk stigma pada familia cyperaceae tidak seperti yang terdapat pada stigma familia poaceae/graminae. Sedangkan tangkai putik (stylus) pada poaceae/graminae berjumlah 2 jarang yang berjumlah 1 atau 3, sedangkan stylus pada cyperaceae berjumlah 2 atau 3.

Santi Kurnia Putri

Santi Kurnia Putri mengatakan...

12. Poaceae/graminae dapat dibedakan dengan cyperaceae disebabkan karena pada akar poaceae/graminae memiliki akar serabut kecil-kecil seperti benang sedangkan pada akar cyperaceae memiliki akar serabut yang mana akar tersebut tumbuh pada geragih yang terbentuk dari modifikasi batang yang digunakan sebagai organ perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan cyperaceae.
Tidak hanya itu, batang pada familia poaceae/graminae memiliki batang yang berongga, silinder, dan memiliki buku-buku yang jelas, sedangkan pada cyperaceae pada umumnya memiliki bentuk batang yang segitiga dan tidak memiliki rongga serta memiliki ruas yang amat panjang dibandingkan ruas pada familia graminae.
Untuk organ daunnya, familia poaceae/graminae memiliki daun yang berpelepah yang mana pertemuan antara pelepah dengan helaian daunnya terdapat alat tambahan yang disebut juga dengan ligula atau lidah-lidah yang berfungsi untuk mencegah masuknya air ke dalam ketiak daun, sehingga terhindar dari pembusukkan. Sedangkan pada daun cyperaceae tidak ditemukannya ligula tersebut, akan tetapi pada cyperaceae daunnya merupakan berkas pada pangkal batang sehingga tumbuhan ini dikatakan memiliki roset akar.
Selanjutnya, pada organ bunganya juga terdapat perbedaan antara kedua familia tersebut yang mana pada familia cyperaceae/graminae memiliki karangan bunga yang terminal atau berada dibahagian paling ujung pada batang. Sedangkan familia cyperaceae memiliki karangan bunga yang axilaris yang mana terletak diketiak daun.
Tidak hanya itu, bunga pada familia poaceae/graminae memiliki spikelet yang terdiri dari satu/lebih floret dengan braktea yang kaku atau disebut juga dengan gluma sebanyak 2 buah dan tiap-tiap floret memiliki bractea berupa lemma dan palea. Sedangkan pada familia cyperaceae juga memiliki gluma hanya saja pada ketiak tiap-tiap gluma tersebut hanya tumbuh satu bunga saja. Selain itu, stigma pada poaceae/graminae memiliki bentuk seperti bulu ayam sedangkan bentuk stigma pada familia cyperaceae tidak seperti yang terdapat pada stigma familia poaceae/graminae. Sedangkan tangkai putik (stylus) pada poaceae/graminae berjumlah 2 jarang yang berjumlah 1 atau 3, sedangkan stylus pada cyperaceae berjumlah 2 atau 3.

Santi Kurnia Putri
(15300600067)

Anonim mengatakan...

Classis dicotyledoneae terbagi menjadi 3 subclassis yaitu subclassis monoclamidae(apetalae), subclassis dialypetalae dan subclassis sympetalae. Classis dicotyledoneae ini dibedakan menjadi 3 subclassis karena adanya perbedaan yang terletak pada ada dan tidak adanya daun-daun mahkota (petalae) dan susunan daun-daun mahkota bunga.
A. Subclassis monoclamidae (apetalae) merupakan kelompok tumbuhan yang memiliki satu perhiasan bunga yang dikenal perigonium dan umumnya perianthium menyerupai kaliks (kelopak) namun ada juga yang tidak memiliki perhiasan bunga
B. Subclassis dialypetalae merupakan kelompok tumbuhan yang mempunyai perhiasan bunga ganda, kelopak dengan mahkotanya dapat dibedakan dengan jelas. Daun mahkota bebas satu sama lain.
C. Subclassis sympetalae merupakan kelompok tumbuhan yang memiliki perhiasan bunga yang lengkap, dapat dibedakan antara kaliks dan corollanya. Namun antara sesama petalnya saling berlekatan.

Anonim mengatakan...

Classis dicotyledoneae terbagi menjadi 3 subclassis yaitu subclassis monoclamidae(apetalae), subclassis dialypetalae dan subclassis sympetalae. Classis dicotyledoneae ini dibedakan menjadi 3 subclassis karena adanya perbedaan yang terletak pada ada dan tidak adanya daun-daun mahkota (petalae) dan susunan daun-daun mahkota bunga.
A. Subclassis monoclamidae (apetalae) merupakan kelompok tumbuhan yang memiliki satu perhiasan bunga yang dikenal perigonium dan umumnya perianthium menyerupai kaliks (kelopak) namun ada juga yang tidak memiliki perhiasan bunga
B. Subclassis dialypetalae merupakan kelompok tumbuhan yang mempunyai perhiasan bunga ganda, kelopak dengan mahkotanya dapat dibedakan dengan jelas. Daun mahkota bebas satu sama lain.
C. Subclassis sympetalae merupakan kelompok tumbuhan yang memiliki perhiasan bunga yang lengkap, dapat dibedakan antara kaliks dan corollanya. Namun antara sesama petalnya saling berlekatan.
Ulva Weri Oktari-nim. 15300600076

Anonim mengatakan...

Nama : Yolanda biologi c
25. Sebagian besar warga bangsa ini terdiri atas tumbuhan dengan batang berkayu, kadang–kadang dalam kayunya belum terdapat trachea, sebagian kecil berupa terna. Ciri utama bangsa ini ialah terdapatnya daun buah yang bebas pada bunganya, sehingga dari satu bunga dapat kemudian terbentuk banyak buah. Sifat inilah yang menyebabkan kelompok tumbuhan ini diberi nama polycarpicae ( dari bahasa yunani poly = banyak, carpos = buah ). Kedudukan terlihat dari dimilikinya bunga yang bagian- bagiannya slain bebas satu dengan yang lain juga karena duduknya yang mengikuti spiral dan adanya bentuk-bentuk peralihan antara bagian - bagian utama bunga. karena Polycarpicae memiliki daun buah yang bebas dalam bunganya sehingga dari satu bunga dapat membentuk banyak buah atau yang disebut juga dengan buah berganda, maka dari itu ordo Ranales disebut juga Polycarpicae.

Anonim mengatakan...

26. Spesies pada familia Annonaceae dikatan sebagai kelompok peralihan dari classis monocotyledoneae ke dicotyledoneae karena pada spesies famili annonaceae mempunyai perhiasan bunga yang berbilang 3. Contohnya pada sirsak memiliki mahkota berjumlah 6 sepalum yang terdiri dari 2 lingkaran, bentuknya hampir segitiga, tebal dan kaku. Dan ini merupakan ciri monocotyledoneae. Sedangkan ciri dycotyledoneae yang ada pada spesies familia annonaceae yaitu memiliki akar tunggang, dengan batang dari pangkal keujung seperti kerucut panjang, bercabang-cabang, buku-buku dan ruas tidak jelas. Daun tunggal dan duduk daun tersebar. Tulang daun menjari atau menyirip, dan akar maupun batang mempunyai kambium. Bijinya terbelah dua dan dilapisi endosperm.
Yulia Safitri-nim. 15300600085

Unknown mengatakan...

13. Perbedaan utama antara ordo helobiae (kelompok genjer) dengan spatyflorae (keladi-keladian) yaitu:
-Ordo Helobiae mempunyai squamulae intravaginales yang merupakan sisik kecil yang berhubungan dengan tangkai daun, yang mungkin merupakan ”apendages/tonjolan” dari bagian bawah permukaan daun ke permukaan atasnya. Ciri ordo helobiae ini bisa kita lihat pada species Alisma plantago-aquatica yang mana daunnya terdapat tonjolan-tonjolan dari permukaan bawah ke permukaan atas daun.
-Ordo Spathyflorae ciri utamanya yaitu mempunyai bunga kecil sangat tereduksi pada tongkol yang menggembung yang kebanyakan disokong oleh satu seludang yang herbaceus dan besar.
Seludang bunga (spatha), yaitu daun pelindung yang besar, yang sering kali menyelubungai seluruh bunga majemuk waktu belum mekar
Tongkol (spadix) yaitu bulir dengan ibu tangkai yang menggembung, bunga-bunga duduk berjejalan, biasanya terlindungi atau dilengkapi dengan seludang.

Siska Fitriani/15300600068

rinci armadani mengatakan...

Jawaban soal no.8
Karena dengan semakin canggihnya teknologi ini berkembang suatu system pasti akan mengalami kemajuan dan bentuk perubahan yang semakin bagus.
Sistem Klasifikasi makhluk hidup telah dikenal sejak zaman dahulu, disini juga dikelompokan makhluk hidup kedalam dua kelompok besar yaitu kelompok hewan dan kelompok tumbuhan, namun keberadaan organisme mikroskopis belum dikenal pada saat itu. Sistem klasifikasi makhluk hidup terus mengalami kemajuan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Sistem klasifikasi makhluk hidup dikelompokan dalam satu-satuan kelompok besar yang disebut kingdom. Sistem kingdom yang pertama diperkenalkanoleh Linnaeus. Sistem kingdom pun terus mengalami perubahan dan perbaikan hingga sekarang dan sering menjadi pro dan kontra bagi para ilmuwan.
Oleh Rinci Armadani (15300600063) T. Biologi C

sandi saputra mengatakan...

jawaban no 10 Tumbuhan berbiji atau Spermatophyta (Yunani, sperma = biji, phyton = tumbuhan) meliputi semua tumbuhan berpembuluh yang bereproduksi secara generatif dengan membentuk biji. Di dalam biji terdapat calon individu baru(embrio) beserta cadangan makanan (endosperma) yang terbungkus oleh lapisan pelindung. Spermatophyta merupakan anggota plantae sejati dan menghasilkan biji untuk perkembangbiakannya,sedangkan alat perkembangbiakannya tampak jelas dapat diamati di sebut phanerogamae. Jadi mengapa tumbuhan tinggi disebut spermatophyta karna tumbuhan tinggi tersebut telah memiliki biji dari hasil reproduksi oleh karena itu tumbuhan tinggi disebut spermatophyta. Proses perkembangan tumbuhan spermatophyta diawali oleh penyerbukan benang sari yang menghasilkan serbuk sari dengan putik yang menghasilkan ovul. Kemudian serbuk sari pergi ke putik sari yang dibantu dengan angin,air,dan hewan. Setelah itu sperma akan dibawa ke sel telur melalui tabung (buluh) serbuk sari. Selanjutnya, terjadi peleburan antara sel telur dengan sel sperma di dalam ovula. Ovula adalah struktur sporofit yang mengandung megasporangium dan gametofit betina. Pembuahan antara sel gamet jantan dan betina akan menghasilkan embrio. Berdasarkan peristiwa tersebut golongan tumbuhan berbiji disebut embryophyta siphonogama, yaitu tumbuhan yang memiliki embrio dan perkawinannya terjadi melalui pembentukan suatu buluh (Yunani, embryon = embrio / lembaga; phyton = tumbuhan; siphon - pipa / buluh; gamein = kawin). Jadi kenapa spermatophyta ini disebut dengan embriophyta sipogama karna pada penyerbukannya menghasilkan calon individu baru yang disebut dengan embrio ( hasil dari peleburan gamet jantan dengan gamet betina) dan terjadi di buluh / pipa serbuk sari. Phanerogami adalah kelompok tumbuhan yang alat perkembangbiakannya terlihat sehingga menghasilkan bunga dan biji. Kenapa juga disebut dengan phanerogami karna pada tumbuhan spermatophyta itu alat perkembangbiakannya jelas seperti benang sari – serbuk sari dan putik – ovul,maka spermatophyta disebut juga phanerogami.nama sandi saputra 15300600065

zahratul maulani mengatakan...

jawaban 27 mengapa Familia Magnoliaceae dikatakan sebagai familia yang paling primitive dibandingkan dengan famiia lainnya?
Jawab : Magnoliaceae dikatakan sebagai familia yang paling primitive diantara familia lainnya. Karena dapat terlihat dari ciri-cirinya yaitu : Berupa pohon, memiliki duduk daun yang tersebar, stamennya tampak lepas dan tidak bersatu dengan yang lainnya, pistillumnya banyak dan lepas, memiliki tipe plasenta marginalis, tipe perlekatan karpelnya memisah atau apokarp, serta berumur tahunan.
Contohnya misalnya Michelia alba, kelompok dari familia Magoliaceae ini, merupakan cabang tumbuhan berbunga yang masih bercirikan tumbuhan purba, dapat dianggap sebagai fosil yang hidup karena asal usulnya dapat ditelusuri hingga 95 juta tahun yang lalu. Fosil-fosilnya berumur sampai 2 juta tahun, sehingga diketahui bahwa Magnoliaceae ini berevolusi lebih awal dari paa lebah. Ciri khas dari Michelia albayaitu perhiasan bunganya tidak tersusun dalam lingkaran berlapis, seperti kebanyakan bunga, tetapi tersusun secara spiral. Dan bunganya tidak dirancang untuk diserbuki oleh lebah tetapi diserbuki oleh kumbang. Ciri khas lainnya dari Familia Magnoliceae ini yaitu perhiasan bunganya yang tidak tersusun dari mahkota bunga dan kelopak bunga. Melainkan dari tenda bunga (tepal).
Michelia alba adalah tumbuhan yang biseksual dan termasuk berumh satu (monocieus) dengan perbungaan tunggal, kaliks dan korolanya lepas-lepas begitu juga dengan stamennya, memiliki simetri bunga yang aktinomorf. Pistilumnya banyak dan lepas-lepas, kedudukan ovaeriumnya adalah superus. Perlekatan karpel ini apokarp dengan tipe plasenta yang marginalis dan memiliki buah dengan jenis buah ganda. Dan Michelia alba memiliki habitus pohon dengan pola percabangan simpodial, memiliki daun tunggal dengan duduk daun tersebar dan sudah memiliki pola pertulangan daun yakni Brachidodromous.
zahratul maulani 15300600086

zurrahmi mengatakan...

jawaban no 28 Kenapafamilialeguminosaedibagikedalam 3 sub familia yang berbedadanmengapa 3 sub familiatersebut di satukankedalam 1 familia ?
Familialeguminosae di bagikedalam 3 sub familia yang berbedakarnabentukbunganya yang berbeda-beda. YaituMimosoideae(bungabentukbongkol) contoh; putrimalu (Mimosapudica), Papilionoideae(mahkotabungaberbentukkupu-kupu) contoh; kacangtanah(Arachis hypogaea)danCaesalpinoideae(bungamajemukberbentuktandam)contoh; bungamerak(Caesalpinia pulcherrima)
. Faboideae dapat dikatakan sebagai kelompok kacang-kacangan atau polong-polongan. Bunganya bertipe kupu-kupu, zigomorf, khas dengan mahkota bunga yang tidak sama bentuknya. Mahkota termodifikasi menjadi tiga bagian: bendera, sayap (alae), dan lunas (carina). Bagian lunas melindungi organ seksual benang sari dan putik. Karena terlindungi inilah tumbuhan kacang-kacangan biasanya merupakan tumbuhan berpenyerbukan sendiri. Bunga biasanya tunggal dengan polong biasanya berbentuk silinder.Contoh :Kacang tanah (Arachis hypogaea), Kedelai (Glycine max), Buncis (Phaseolus vulgaris), Kapri (Pisum sativum), Orok-orok (Crotalaria juncea)
Caesalpinioideaedicirikan dari bunganya yang tersusun majemuk membentuk seperti piramida. Setiap bunga memiliki benang sari dan putik yang relatif panjang. Bunganya tidak bertipe kupu-kupu.Contoh :Kembang merak (Caesalpinia pulcherrima), Secang (Caesalpinia sappan
Mimosoideaeini dikatakan sebagai kelompok petai-petaian. Cirinya yang paling jelas adalah bunganya tersusun majemuk di atas suatu dasar bunga (bongkol) bersama berbentuk bulatan. Akibatnya, bunga tampak seperti bola berambut khas bunga Mimosoideae. Contoh-contoh :Jengkol (Archidendron pauciflorum), Jeungjing (Paraserianthes falcataria), Lamtoro (Leucaena glauca), Putri malu (Mimosa pudica), Petai (Parkia speciosa)
3 sub familia tersebut disatukan kedalam 1 familia karena ke 3 sub familia tersebut sama-sama memiliki buah legum atau polong.zurrahmi 15300600087

tesa oktavani putri mengatakan...

jawaban no 15 Kenapa ada ahli takasonomi yang mengelompokkan keladi dan kelapa ke dalam satu ordo yang sama yaitu spadiciflorae dan kenapa ada ahli yang memisahkannya ke dalam 2 ordo yang berbeda( spathiflorae/ aralesdanprincipesatauarecales )
Karena ahli taksonomi mengatakan keladi dan kelapa dikelompokkan ke dalam ordo yang sama yaitu ordo spadiciflorae disebabkan karena kedua spesies tersebut memiliki spatha . Oleh karena itu kedua spesies tersebut dikelompokkan ke dalam ordo yang sama. Sedangkan adapula sebagian ahli taksonomi lainnya mengelompokkan keladi dan kelapa ke dalam 2 ordo yang berbeda dikarenakan kedua ordo tersebut memiliki spatha yang berbeda yaitu pada keladi ( Caladium sp. ) memiliki spatha yang struktur spathan yaitu berair atau basah . dan sedangkan pada kelapa ( Cocosnuciferae ) memiliki spatha yang sruktur spatanya kering atau berkayu. Spathaya itu daun pelindung yang terdapat di tangkai bunga majemuk yang berfungsi sebagai pelindung dari bunga tersebut.
tesa oktavani putri

ROZA DESRITA PUTRI mengatakan...

Jawaban soal no 9
Gnetum gnemon merupakan salah satu tumbuhan gymnospermae.Gymnospermae berasal dari bahasa Yunani Gymnos telanjang dan sperma biji. Yang merupakan kelompok tumbuhan yang bijinya tidak terlindungi ovarium. Pada tumbuhan angiospermae merupakan tumbuhan yang terlindungi penuh bakal buah sehingga tidak terlihat dari luar.
Persamaan dan perbedaan gymnospermae dan angiospermae:
 Keduanya merupakan pohon dan semak
 Megaspora terdapat dalam megasporangium dan tidak pernah lepas.
 Nuksellus dikelilingi integumen membentuk bakal biji.
 Keduanya menghasilkan biji.
 Serbuk sari tumbuh menjadi buluh serbuk.
Perbedaan angiospermae dan gymnospermae
 Angiospermae
• Habitus kebanyakan herba
• Perbanyakan vegetatif dengan bulbus, rizoma stek, dll
• Ovum tidak dibentuk dalam arkegonium
• Bakal biji tertutup
 Gymnospermae
• Habitat tidak ada yang herba
• Perebanyakan vegetatif dengan tunas batang
• Ovum dibentuk dalam arkegonium (kecuali gnetum)
• Bakal biji terbuka
Gnetum gnemon mempunyai persamaan dengan angiospermae:
 Mempunyai pertulangan daun yang reticulate
 Mempunyai trakea walaupun pembentukannya berbeda
 Saluran mikropil panjang dan setara dengan tangkai putik pada angiospermae
 Pembentukan ovum tidak dari arkegonium tetapi dari beberapa inti bebas gametofit betina
 Kotiledon berjumlah dua

Proses pembuahan tunggal pada gymnospermae
Serbuk sari akan sampai pada tetes penyerbukan, setelah mengeringnya tetes penyerbukan, serbuk sari yang telah jatuh di dalamnya akan diserap masuk ke ruang serbuk sari melalui mikrofil. Serbuk sari ini terdiri atas dua sel, yaitu sel generatif atau yang kecil dan sel vegetatif yang besar, hampir menyelubungi sel generatif. Serbuk sari ini akan tumbuh membentuk buluh serbuk sari, yang kemudian bergerak ke ruang arkegonium.
Karena pembentukan buluh serbuk sari maka sel-sel yang terdapat di antara ruang serbuk sari dan ruang arkegonium terdesak ke samping akan terlarut. Sementara itu di dalam buluh ini sel generatif membelah menjadi dua dan menghasilkan sel dinding atau sel dislokator, dan sel spermatogen atau calon spermatozoid. Sel spermatogen kemudian membelah menjadi dua sel permatozoid.
Setelah sampai di ruang arkegonium, sel vegetatif lenyap, dan kedua sel spermatozoid lepas ke dalam ruang arkegonium yang berisi cairan, sehingga spermatozoid dapat berenang di dalamnya. Pada ruang arkegonium terdapat sejumlah sel telur yang besar. Tiap sel telur bersatu dengan satu spermatozoid, sehingga pembuahan pada Gymnospermae selalu mengasilkan zigot yang kemudian tumbuh dan berkembang menjadi embrio.

ROZA DESRITA PUTRI
15300600064



Santi eka putri mengatakan...

jawaban 11. jelskan proses pembuahan ganda pada angiospermae dan kenapa pembuahan pada angiospermae ini dikatakan sebagai pembuahan ganda?
Jawab:
Proses pembuahan ganda pada angiospermae yaitu serbuk sari yang menempel pada ujung putik dan menghasilkan saluran serbuk sari yang akan menembus ovum melalui por ikecil atau mikrosfil. 2 sperma selanjutnya dilepaskan ke ovarium melalui saluran mikrofil.Kemudian salah satu sperma membuahi sel telur, membentuk zigot embrio/diploid.Sel sperma yang satu lagi akan melebur dengan 2 inti polar haploid yang terletak di bagian tengah kantong embrio. Hasilnya yaitu sel bersifat triploid (3n).sel triploid ini membelah secara miosis dan menjadi endosperma. Endosperma merupakan jaringan kaya nutrisi dalam buah.
Pada inti sel dalam serbuk sari ini akan membelah kemudian membentuk inti vegetative, inti generative satu, dan inti generative dua. Kemudian serbuk sari akan berkecambah dan membentuk tabung serbuk sari sebagai jalan untuk menuju kantung embrio. Di kantung embrio terdapat pada dasar putik tempat terjadinya proses pembuahan tumbuhan. Setelah itu inti sel serbuk sari akan berjalan disepanjang tabug serbuk sari agar dapat mencapai kantung embrio.
Inti vegetative akan berjalan didepan inti generative karena peranannya sebagi jalan bagi kedua inti generative itu sendiri. Setelah sampai pada kantung embrio, inti generative 1 akan membuahi ovum kemudian membentuk zigot sedangkan inti generative 2 akan membuahi isi kandung lembaga sekunder dan membentuk endosperma.
Sel telur yang bersifat haploid (n) akan dibuahi inti generative 1 yang bersifat haploid juga. Sehingga dari hasil pembuahan tersebut akan menghasilkan zigot yang bersifat diploid (2n/ keturunan). Pada inti kandung lembaga sekunder akan dibuahi oleh inti generative 2 sehingga terbentuklah endosperma.
Endosperma ini bersifat triploid (3n) karena penyatuan yang dilakukan terhadap 2 inti kandung lembaga sekunder dan inti generative dua yang masing-masing bersifat haploid (2n).zigot ini nantinya yang kemudian akan berkembang menjadi embrio calon individu baru, sedangkan endosperma sebagai cadangan makanan bagi perkembangan embrio atau bias juga sebagai sumber makanan pertama pada saat proses perkecambahan biji.
Pembuahan pada Angiospermae ini dikatakan sebagai pembuahan ganda karena proses perkembangannya dua kali. Santi eka putri

rika permata sari mengatakan...

Jawaban no 8
Kenapa herbarium dapat digunakan sabagai bahan penelitan, jelaskan!
Karena herbarium merupakan material tumbuhan yang sudah diawetkan baik itu kering ataupun basah dan sudah di beri label, serta para ahli bunga atau ahli taksonomi, herbarium dijadikan untuk bahan penelitian yaitu untuk mendukung studi ilmiah lainnya seperti survey ekologi seta melakukan analisa perbandingan biologi dan berperan dalam mengungkapkan kajian biologi, herbarium juga memudahkan seseorang dalam melakukan penelitian karena herbarium dapat dirasakan teksturnya serta kita bisa melihat alat perkembangan vegetatifnya bila herbarium tersebut lengkap mulai dari akar, batang, daun, bunga, dan buahnya maka memudahkan seseorang dalam penelitian.
rika permata sari 15300600061

Wulan mardian sari mengatakan...

Jawaban 21 Mengapa buah pada Arthocarpus integra disebut buah semu majemuk .Jelaskan!
Buah pada Arthocarpus integra disebut buah semu karena bagian dominan bukan berasal dari ovarium tapi dari pedunculus yang tebal dan berdaging serta tepal yang pada ujungnya berlekatan satu sama lain. Sedangkan dikatakan majemuk karena buah ini berasal dari bunga majemuk atau banyak bunga dan banyak bakal buah atau ovarium. Jadi Buah pada Arthocarpus integra disebut buah semu majemuk karena buah pada Artocarphus integra berasal dari bunga majemuk yang seluruhnya hanya tampak pada satu buah, maksudnya Ibu tangkai bunga dan semua tenda bunga pada bunga majemuk ini tumbuh sedemikian rupa sehingga seluruh perbungaan seakan-akan menjadi satu buah saja, padahal buah yang sebenarnya pada Artocarphus integra adalah bagian yang terdapat didalam yang seperti selaput tipis yang berada dipermukaan biji, sementara yang berwarna kuning yang sering kita makan merupakan perhiasan bunga. Wulan mardian sari 15300600079

rika permata sari mengatakan...

Jawaban no 7
Kenapa herbarium dapat digunakan sabagai bahan penelitan, jelaskan!
Karena herbarium merupakan material tumbuhan yang sudah diawetkan baik itu kering ataupun basah dan sudah di beri label, serta para ahli bunga atau ahli taksonomi, herbarium dijadikan untuk bahan penelitian yaitu untuk mendukung studi ilmiah lainnya seperti survey ekologi seta melakukan analisa perbandingan biologi dan berperan dalam mengungkapkan kajian biologi, herbarium juga memudahkan seseorang dalam melakukan penelitian karena herbarium dapat dirasakan teksturnya serta kita bisa melihat alat perkembangan vegetatifnya bila herbarium tersebut lengkap mulai dari akar, batang, daun, bunga, dan buahnya maka memudahkan seseorang dalam penelitian.
rika permata sari 15300600061

Yesi susanti mengatakan...

23. Mengapa Amaranthus spinosus termasuk classis dicotyledoneae?
Sebagaimana yang kita lihat pada Amaranthus spinosus (bayam duri) ini memiliki batang dengan percabangan monopodial dengan bentuk batang bulat, lunak dan berair. Bayam duri memiliki perakaran tunggang, daunnya memiliki pertulangan menyirip (Penninervis), sedangkan bunga jantannya berbentuk bulir dan bunga betina berbentuk bulat yang terdapat pada ketiak batang. Sebagaimana yang disebutkan diatas bahwa cirri morfologi yang dimiliki oleh Amaranthus spinosus termasuk ke dalam ciri-ciri dicotyledoneae.
Dan apabila kita ketahui bahwa apabila Amaranthus spinosus digolongkan ke dalam monocotyledoneae maka bukanlah termasuk ke dalam classis tersebut, sebagaimana yang kita ketahui bahwa bayam duri memiliki akar tunggang, sedangkan pada monokotil akarnya serabut dan jika kita lihat daun, bayam duri memiliki daun menyirip sedangkan cirri dari monokotil memiliki daun sejajar. Sedangkan untuk memasukkan ke dalam sebuah klasifikasi tumbuhan ahli taksonomi melihatnya berdasarkan bagian morfologi suatu tumbuhan. Oleh karena itu Amaranthus spinosus dimasukkan ke dalam classis dicotyledoneae.
Yesi susanti 15300600081

Yola fitasari mengatakan...

24. Kenapa ordo caryophylales disebut juga dengan ordo centrospermae? Sebutkan contoh familianya.
ordo caryphytalales disebut juga dengan ordo centrospermae karena memiliki biji plasenta yang terletak ditengah. Dan meliliki plasenta basalis atau sentralis. Caryophylales mencakup kelompok primitif sebelum dikenal sebagai centrospermae. Ordo Caryophillales sering juga disebut Centrospermae dan merupakan ordo yang terbesar dengan sekitar 10.000 species. Caryophillales mempunyai plastida pembuluh tapis tipe-P yang khas.
karakteristik :
1. Tumbuhan herba-berkayu
2. Plasenta basalis/sentralis
3. Stamen tersusun sentrifugal (mengarah keluar)
4. Ordo terbesar : centrospermae (plastid tipe s)
5. Bunga bisexual atau tereduksi menjadi unisexual actinomorf. Pentamer dengan tenda atau jelas dibedakan atas kelopak dan mahkota.
6. Biji dengan lembaga yang bengkok melindungi perisperemnya

Familia dari ordonya yaitu:
a. Familia Chenopodiaceae
b. Familia Amaranthaceae
c. Familia Phytholaccaceae
d. Familai Nyctaginaceae
e. Familia Aizoaceae
f. Familai Cacthaceae
g. Familia Basellaceae
h. Familia Portulacaceae
i. Familia Caryophylaceae

Yola fitasari 15300600083

Anonim mengatakan...

soal no 29.
pada ordo sapindales memiliki ciri umum Semak atau pohon dengan majemuk atau tunggal, jarang mempunyai daun penumpu. Dalam bagian-bagian vegetatifnya tidak jarang terdapat rongga-rongga yang berisi resin. Bunga banci, seringkali berkelamin tunggal, kelopak dan mahkota berbilangan 5, daun-daun kelopak dan mahkota bebas, biasanya zigomorf. Benang sari 8, tersusun dalam 2 lingkaran yang seringkali tidak sempurna. Bakal buah beruang 2-3, jarang lebih, tiap ruang berisi 1-2 bakal biji yang apotrop, tembuni di sudut-sudut ruang. ordo sapindales merupakan ordo yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi
pada ordo sapindales ini memiliki beberapa familia diantara balsaminaceae. pada familia balsaminacea memiliki perbedaan dengan famili lain karena pada familia ini buah berupa kapsul dimana bisa terbelah menjadi 5 bagian apabila pecah, sehingga dengan alasan ini ahli taksonomi membedakannya dengan beberapa familia-familia lainnya pada ordo sapindales
Rahma Fitriani
13 106 054

Anonim mengatakan...

Pohon raksasa, daun bersuling, tunggal atau majemuk menjari, kadang-kadang berbulu halus atau bersisik, bunga biseks, beraturan, buah kapsul, biji berarillus atau terbungkus bulu wol, lebih dari 20 marga, serta terdapat di daerah tropika. Tumbuhan berupa pohon, daun tunggal atau majemuk menjari, duduk tersebar dengan daun penumpu, mempunyai sisik atau rambut bintang
•Bunga kadang-kadang besar dengan warna yang menarik, banci, aktinomorf.
•Daun kelopak 4-5 biasanya berlekatan, dalam kuncup tersusun seperti katup
•Daun mahkota 5 tersusun seperti genting, dan dalam kuncup seperti terpilin ke satu arah
•Benang sari sama dengan jumlah daun mahkota (kebanyakan lebih) dan duduk berhadapan dengan daun mahkota. Bila jumlahnya banyak seringkali berlekatan membentuk buluh atau tersusun dalam berkas-berkas
•Kepala sari beruang 1-2 atau lebih, serbuk sari dengan permukaan licin
•Bakal buah menumpang sampai setengah tenggelam, beruang 2-5, tiap ruang berisi 2 – banyak bakal biji.
•Buah kandaga, sering pecah dengan membelah ruang, sisi dalam kulitnya sering berambut. Bijidengan atau tanpa endosperm, sering bersalut.
Contoh spesiesnya: Durio zibenthinus (durian), Ochroma bicolor (balsa), Ceiba pentandra (kapuk), Gossampinus malabarica (kapuk hutan)
(GHANDY SUDEWO_15300600023) SOAL 32

hanif dirma mengatakan...

menjawab soal no.4

4. Huruf depan pada kalimat pertama huruf besar yang kalimat kedua nya huruf depan harus kecil dan keduanya harus dicetak miring atau di garis bawahi bisa saja di tebalkan sesuai dengan media nya apa. Ditulis dengan bahasa latin/dilatinkan.dibelakang nama ilmiah di beri nama yang pemberi nama tumbuhan tersebut.
(Hanif Dirma ,15300600025)

mila baitul rahmi mengatakan...

a. Klasifikasi
Penyusunan kelompok-kelompok tumbuhan ke dalam suatu tingkatan taksonomi berdasarkan sifat-sifat tertentu. sistem klasifikasi dalam taksonomi tumbuhan sistem klasifikasi alam atau sistem klasifikasi filogenetik dan sistem klasifikasi buatan (berdasarkan habitat). Sistem klasifikasi yang tinjauannya didasarkan modifikasi dari sistem yang telah ada dengan penambahan data yang baru, disebut sistem kontemporer.

b. Identifikasi
Identifikasi adalah determinasi suatu nama untuk suatu spesies sehingga dapat menentukan nama yang benar dan tempatnya yang tepat dalam sistem klasifikasi. Tumbuhan yang akan diidentifikasikan mungkin belum dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan (belum ada nama ilmiahnya), atau mungkin sudah dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan. Identifikasi tumbuhan ialah menentukan nama yang benar dan tempatnya yang tepat dalam sistem klasifikasi. Tumbuhan yang akan diidentifikasikan mungkin belum dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan (belum ada nama ilmiahnya), atau mungkin sudah dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan. Penentuan nama baru dan penentuan tingkat-tingkat takson harus mengikuti aturan yang ada dalam KITT. Prosedur identifikasi tumbuhan yang untuk pertama kali akan diperkenalkan ke dunia ilmiah memerlukan bekal ilmu pengetahuan yang mendalam tentang isi KITT. Untuk identifikasi tumbuhan yang telah dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan, memerlukan sarana antara lain bantuan orang, spesimen herbarium, buku-buku flora dan monografi, kunci identifikasi dan lembar identifikasi jenis. Flora adalah suatu bentuk karya taksonomi tumbuhan yang memuat jenis-jenis tumbuhan yang ditemukan dalam suatu wilayah tertentu. Dalam mengidentifikasi tanaman selalu menghadapi 2 kemungkinan yaitu:
1. Identifikasi Tanaman yang Belum dikenal dunia Pengetahuan
Identifikasi tumbuhan selalu didasarkan atas spesimen yang riil baik hidup maupun diawetkan. Oleh pelaku Identifikasi dibuatkan Deskripsi dari tumbuhan tersebut yang meliputi ciri-ciri diagnostiknya kemudian ditetapkan jenis, marga, famili dan berturt-turut keatas. Penentuan tingkat-tingkat takson ini tidak boleh menyimpang dari ketentuan KITT (Kode Internasional Tatanama Tumbuhan). Pada dasarnya Identifikasi Tanaman yang belum diketahui ini dilakukan oleh Profesional dibidang Taksonomi Tumbuhan.
2. Identifikasi Tumbuhan yang dikenal oleh dunia Pengetahuan
Menanyakan identitas Tumbuhan pada Ahlinya Mencocokkan dengan spesimen herbarium yang telah diidentifikasikan Penggunaan Lembar Identifikasi Jenis (Species Identification Sheet) Mencocokkan dengan deskripsi dan gambar yang ada dalam buku flora atau monografi Penggunaan Kunci Determinasi dalam Identifikasi Tumbuhan.

c. Deskripsi
Deskripsi adalah penjabaran karakter-karakter atau ciri-ciri suatu spesies. Biasanya digunakan untuk membedakan antara suatu spesies dengan spesies lainnya.

d. Tatanama (Nomenclature),
Suatu sistem aturan yang jelas dan bersifat universal yang digunakan oleh semua ahli botani di dunia untuk menamakan tumbuhan yang tertuang dalam Kode Internasional untuk Tatanama Tumbuhan (International Code of Botanical Nomenclature, ICBN).

Anonim mengatakan...

no 3
Retno Desianti
kunci determinasi merupakan suatu cara untuk mengenali suatu organisme dan mengelompokankanya pada tingkat tertentu.
kunci determinasi atau kunci dikotom adalah suatu cara untuk mengenali suatu organisme dan menempatkannya pada takson makhluk hidup.kunci dikotom berisi diskripsi ciri-ciri organisme yang disajikan dengan karakter berlawanan. kunci dikotomis terdiri dari sederetan pernyataan yang terdiri dari dua baris dengan ciri yang berlawanan.
Contoh kunci determinasi bertakik:
1. Daun berseling
2.Buah berbiji tunggal
3. Bunga biseksual.... sp1
3. Bunga uniseksual... sp2
2.Buah berbiji banyak.... sp3
1. Daun berhadapan
4. Kepala putik satu..... sp4
4. Kepala putik bercabang dua...sp5

b. Contoh kunci determinasi paralel:
1.a. Daun berhadapan.....2
1.b. Daun berseling......3
2.a. Kepala putik satu.....sp7
2.b. Kepala putik bercabang dua... sp8
3.a. Buah berbiji banyak..... sp9
3.b. Buah berbiji tunggal........4

Posting Komentar

Info Kesehatan Anda

loading...

Rizkibio Web Learning

Entri Populer