Selamat Datang di situs materi perkuliahan yang diampu oleh Rizki, S.Si., M.P email: khi_bio@yahoo.com Web: http://www.rizkibio.com

Welcome on Rizkibio Web Learning


Bismillahirrahmaanirrahiim

Selamat datang di Web bimbingan Rizki, S.Si., M.P., Lecturer Program Studi Pendidikan Biologi. Web ini di buat dengan tujuan untuk mempermudah mahasiswa dalam mendapatkan dan memahami konsep-konsep tentang mata kuliah yang dibimbing oleh penulis. Mereka tetap dapat mengakses materi tentang perkuliahan dimanapun mereka berada melalui smartphone, netbook, laptop, atau komputer yang terhubung dengan internet. Web ini juga dapat membantu mahasiswa dalam melakukan praktikum karena dalam web ini juga disediakan foto-foto objek atau gambar bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam praktikum (dalam pengembangan).
Semoga bermanfaat dan Selamat Belajar...........

Evolusi Ekosistem

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.


Ekosistem tidak diam dan statis, melainkan selalu berubah (dinamis). Ekosistem tumbuh dari komunitas sederhana menuju ke komunitas yang kompleks. Selama pertumbuhan itu terjadi pergantian jenis-jenis organisme yang dominan atau menguasai. Pertumbuhan dominasi itu dikenal sebagai suksesi atau evolusi. Suksesi terus berlangsung hingga tercapai suatu klimaks. Sebagai contoh, sawah yang dibiarkan akan ditumbuhi rumput. Jika dibiarkan terus beberapa tahun kemudian, akan ditumbuhi semak belukar, jika terus dibiarkan, misalnya hingga 75-150 tahun, mungkin akan menjadi hutan yang lebat.

Suksesi ekologi akan terus berlangsung hingga mencapai suatu keadaan seimbang, yang disebut dengan istilah komunitas kimaks. Jika terjadi klimaks, suksesi ekologi akan terhenti. Ini bukan berarti proses pemanfaatan energi juga berhenti. Proses pemanfaatan energi terus berlanjut. Hanya saja, terjadi keseimbangan antara energi yang disimpan dan energi yang digunakan oleh berbagai komponen penyusun ekosistem itu. Ini dikenal sebagai keseimbangan ekosistem. Jadi dalam klimaks, terjadi keseimbangan ekosistem. atau bioma.

Ditinjau dari asal terjadinya, suksesi dibedakan menjadi suksesi primer dan suksesi sekunder.

1. Suksesi Primer

Suksesi primer berlangsung pada tempat terbuka yang kosong sehingga muncul ekosistem baru. Misalnya, letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 mengakibatkan permukaan Pulau Krakatau ditutupi batu-batu gunung. Sampai dua bulan berikutnya, keadaan batu-batuan di sana masih panas. Tidak ada makhluk hidup dijumpai di atasnya. Sembilan bulan kemudian, muncul alga biru yang menempel pada batu yang lembab. Alga biru yang hidup pertama kali itu dikenal sebagai organisme perintis (pionir). Tahun berikutnya, muncul lumut kerak. Hasil pelapukan oleh alga biru dan lumut kerak membentuk tanah, yang memungkinkan tumbuhan lain hidup di atasnya. Tiga tahun kemudian, muncul tumbuhan pantai yang tumbuh dari biji-biji yang terbawa air laut dari Pulau Jawa atau Sumatera. Biji-biji yang terbawa burung atau kelelawar yang berjatuhan di sana juga akan tumbuh. Tujuh tahun setelah itu, dijumpai bermacam-macam serangga, biawak, ular, dan laba-laba. Seratus tahun kemudian, telah terdapat hutan di tereng-lereng Gunung Krakatau. Di Negara kita, proses dari batuan hingga menjadi hutan belantara memerlukan waktu 100–150 tahun. Di Negara beriklim sedang, waktunya mencapai 500 tahun atau lebih.

2. Suksesi Sekunder

Suksesi sekunder berlangsung di bekas ekosistem yang tidak mengalami kerusakan total. Suksesi sekunder tidak dimulai dari kondisi ekosistem yang kosong. Contohnya, suksesi yang terjadi di bekas sawah, tanah rawa yang dikeringkan, dan padang alag-alang. Di dalam suksesi sekunder tidak dijumpai organisme perintis. Jenis organisme yang mendominasi tergantung pada lingkungannya.


loading...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Info Kesehatan Anda

loading...

Rizkibio Web Learning

Entri Populer