Selamat Datang di situs materi perkuliahan yang diampu oleh Rizki, S.Si., M.P email: khi_bio@yahoo.com Web: http://www.rizkibio.com

Welcome on Rizkibio Web Learning


Bismillahirrahmaanirrahiim

Selamat datang di Web bimbingan Rizki, S.Si., M.P., Lecturer Program studi Pendidikan Biologi. Web ini di buat dengan tujuan untuk mempermudah mahasiswa dalam mendapatkan dan memahami konsep-konsep tentang mata kuliah yang di bimbing oleh penulis. Mereka tetap dapat mengakses materi tentang perkuliahan dimanapun mereka berada melalui smartphone, netbook, laptop, atau komputer yang terhubung dengan internet. Web ini juga dapat membantu mahasiswa dalam melakukan praktikum karena dalam web ini juga disediakan foto-foto objek atau gambar bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam praktikum (dalam pengembangan).
Semoga bermanfaat dan Selamat Belajar...........

Konsep Biologi Tentang Hidup


Rizki, S.Si., M.P.

Sampai saat ini masih banyak teori-teori yang menyatakan tentang bagaimana kehidupan ini berawal, ada yang berpendapat jika kehidupan ini berasan dari luar angkasa, ada yang berpendapat kehidupan berasal dari benda yang tak hidup dan pendapat-pendapat lainnya. Teori Tentang Konsep Hidup ini aa teori abiogensis da teori biogenesis. Terkait dengan asal usul kehidupan mahkluk hidup penghuni bumi, banyak teori-teori yang berkembang yang diajukan oleh berbagai tokoh. Secara umum, trori asal usul kehidupan itu dibagi menjadi 2 macam, yaitu:

1. Teori Abiogenesis (Teori Generatio Spontanea)

Beberapa tokoh pencetus teori ini adalah:

a. Aristoteles

Teori Abiogenesis pertama kali diajukan oleh Aristoteles (394-322 SM) yang menyatakan bahwa Makhluk hidup itu berasal dari benda mati yang secara spontan dapat muncul akibat adanya gaya hidup.

b. Antonie van Leeweunhoek

Antonie van Leeweunhoek adalah seorang ahli biologis asal Belanda yang mendukung teori ini. Dengan menggunakan mikroskop, ia berhasil menemukan adanya jentik-jentik pada air hujan dan rendaman air jerami. Berdasarkan hal tersebut, Antonie van Leeweunhoek mengatakan bahwa jentik-jentik (makhluk hidup) berasal dari air (benda mati).

c. John Needham (1713-1781)

Ahli Biologi asal Inggris ini mendapati bahwa pada air kaldu yang telah dipanas kan terlebih dahulu (bebas dari mikroorganisme) setelah beberapa lama dibiarkan,maka beberapa lama kemudian akan muncul lagi mikroorganisme yang baru.

2. Teori Biogenesis

Teori ini menyangkal teori abiogenesis. Teori Biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga (Omne vivum ex vivo, omne ovum ex vivo).

Pendapat yang mendukung adalah sebagai berikut :

a. Lazzaro Spallanzani (1729 - 1799)

Spallanzani adalah seorang biologis dari Italia yang menentang eksperimen John Needham. Ia mengatakan bahwa kehidupan yang terlihat pada air kaldu disebabkan oleh pemanasan yang tidak cukup lama untuk dapat membunuh semua mikroorganisme.

b. Francesco Redi (1968)

Kesimpulan dari eksperimen Redi adalah larva (kehidupan) bukan berasal dari daging yang membusuk tetapi dari lalat yang masuk ke dalam tabung dan bertelur pada daging.

c. Louis Pasteur (1822-1895)

Louis Pasteur melakukan sebuah eksperimen dengan menggunakan labu leher angsa. Penutup labu yang berbentuk leher angsa ini bertujuan untuk membuktikan bahwa mikroorganisme terdapat di udara. Hasil yang diperoleh Pasteur adalah :
  1. Mikroorganisme yang tumbuh bukan berasal dari benda mati (cairan) tetapi dari mikroorganisme yang terdapat di udara.
  2. Mikroorganisme terdapat di udara bersama-sama dengan debu.
Hasil eksperimen ini akhirnya menggugurkan Teori Abiogenesis dan Pasteur menjadi sangat terkenal dengan perkataannya Omne vivum ex vivo, omne ovum ex vivo (artinya kehidupan berasal dari telur dan telur dihasilkan makhluk hidup atau dapat juga diartikan makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga).

d. Teori Harold Urey (1893)

Urey berpendapat bahwa kehidupan terjadi pertama kali di atmosfer. Pada saat tertentu dalah sejarah perkembangan bumi, terbentuk atmosfer yang kaya akan CH4 (metana), NH3 (ammonia), H2 (hidrogen) dan H2O (air). Molekul-molekul ini dengan bantuan petir yang menimbulkan loncatan listrik dan sinar kosmik akan membentuk asam amino yang merupakan awal dari kehidupan.

e. Teori Oparin

Oparin sependapat dengan Urey bawah kehidupan pertama terjadi di cekungan pantai yang bahan-bahannya dari lautan.

Manusia belum dapat memberikan definisi dan batasan-batasan yang jelas tentang apa arti hidup sesungguhnya. Namun kita dapat mengamati perbedaan antara makhluk hidup dan benda mati. Perbedaan inilah yang kemudian menjadi ciri-ciri atau sifat-sifat makhluk hidup.

3. Asal Mula Kehidupan Secara Spontan Pada Tingkat Molekuler

Ahli biokimia berkebangsaan Rusia (1894) A. I Oparin adalah orang pertama yang mengemukakan bahwa evolusi zat-zat kimia telah terjadi jauh sebelum kehidupan ini ada. Dalam bukunya “asal mula terjadinya kehidupan di bumi”, dia mengemukakan bahwa asal mula kehidupan terjadi selama evolusi terbentuknya bumi beserta atmosfirnya.

Atmosfir bumi mula-mula memiliki air, metan dan amonia. Zat-zat tersebut mengalami serangkaian perubahan menjadi suatu koloid yang disebut koaservat yang berisi campuran makro molekul yang sangat penting bagi kehidupan, misalnya protein, lemak, asam nukleat dan sebagainya. Koaservat ini belum merupakan makhluk hidup, tetapi betingkah laku mirip seperti sistem biologi, melalui seleksi alam akhirnya mampu melakukan reproduksi dengan fragmentasi. Percobaan-percobaan yang bertujuan untuk membuktikan hipotesis Oparin ini telah dilakukan oleh A. L Hererra (1942). Dalam percobaan-percobaannya ini dihasilkan dua macam asam amino dan suatu zat pimen. Akan tetapi dia gagal mengkorelasikan pendapatnya dengan masalah asal mula terjadinya kehidupan. Selanjutnya Miller dan gurunya Harold Urey, pada tahun 1953 merancang suatu alat untuk membuktikan asal mula terjadinya kehidupan di bumi. Alat ini disimpan pada suatu kondisi permukaan yang diperkirakan sama dengan kondisi pada waktu sebelum adanya kehidupan. Ke dalam alat ini dimasukkan bermacam-macam gas seperti H20 (air), H2 (hydrogen), CH4 (metan) dan NH3 (ammonia). Gas-gas ini diduga sama dengan gas gas-gas yang terdapat pada waktu itu. Selanjutnya pada alat tersebut diberikan aliran listrik 75.000 volt (sebagai pengganti kilatan halilintar yang selalu terjadi di alam pada waktu tersebut). Dari hasil percobaannya ini Miller mendapatkan zat organik berupa asam amino yang merupakan dasar kehidupan bagi suatu organisme. Selain asam amino diperoleh juga asam hidroksi, HCN dan urea. Apakah hasil percobaan Miller dan yang lainnya telah dapat menjawab pertanyaan “apakah sesungguhnya hidup itu”?. Sudah tentu belum, percobaan-percobaan tersebut tidak pernah menghasilkan makhluk hidup. Demikian pula mengenai apa sesungguhnya hidup ini. Sampai saat ini orang baru mampu menjawab pertanyaan; ciri-ciri atau kegiatan-kegiatan apakah yang dilakukan oleh makhluk. Jawaban itu pun sesungguhnya masih jauh dari sempurna.


loading...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Info Kesehatan Anda

loading...

Rizkibio Web Learning

Entri Populer