Selamat Datang di situs materi perkuliahan yang diampu oleh Rizki, S.Si., M.P email: khi_bio@yahoo.com Web: http://www.rizkibio.com

Welcome on Rizkibio Web Learning


Bismillahirrahmaanirrahiim

Selamat datang di Web bimbingan Rizki, S.Si., M.P., Lecturer Program Studi Budidaya Tanaman Hortikultura, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Web ini di buat dengan tujuan untuk mempermudah mahasiswa dalam mendapatkan dan memahami konsep-konsep tentang mata kuliah yang dibimbing oleh penulis. Mereka tetap dapat mengakses materi tentang perkuliahan dimanapun mereka berada melalui smartphone, netbook, laptop, atau komputer yang terhubung dengan internet. Web ini juga dapat membantu mahasiswa dalam melakukan praktikum karena dalam web ini juga disediakan foto-foto objek atau gambar bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam praktikum (dalam pengembangan).
Semoga bermanfaat dan Selamat Belajar...........

Disain Laboratorium yang mendukung K3


Penerapan K3 di dalam laboratorium merupakan kebijakan yang harus diambil oleh manajemen (pimpinan) sekolah/universitas. Hal ini disebabkan karena tahap awal penerapan K3 di laboratorium terdapat beberapa hal yang harus diketahui, yaitu:
  1. Kegiatan yang akan dilakukan di laboratorium,
  2. Bahan-bahan yang terdapat di laboratorium baik bahan kimia, biologi, dan sebagainya,
  3. Fasilitas dan peralatan proses yang tersedia di laboratorium,
  4. Fasilitas dan peralatan K3 yang tersedia di laboratorium.
Desain laboratorium yang sesuai dengan K3 harus memiliki ventilasi yang baik karena disana tempat sirkulasi udara masuk dan keluar.Selain itu laboratorium harus memiliki alat pemadam kebakaran karena kebanyakan laboratorium terhubung dengan arus listrik tegangan tinggi sebagai sumber energinya.Selain itu tersedianya penyediaan P3K untuk mengatasi kecelakaan kerja dan adanya pengadaan tanda-tanda peringatan bahaya yang bertujuan untuk mengurangi statistic kecelakaan dalam laboratorium dengan alarm,kode tertulis seperti poster dan sebagainya.

Dalam pelaksanaan K3 laboratorium perlu memperhatikan indoor dan outdoor baik perhatian terhadap konstruksi gedung beserta perlengkapannya dan operasionalnya terhadap bahaya kebakaran serta kode pelaksanaan jaringan elektrik dan komunikasi, kualitas pencahayaan, udara, kebisingan, tata ruang dan alat, sanitasi, psikososial, pemeliharaan maupun aspek lain mengenai penggunaan alat laboratorium.

Untuk penjelasan lebih lanjut bahwa segala sesuatu yang ada di dalam laboratorium sudah di atur sedemikian rupa. Seperti pada pendirian kontruksi bangunan harus mempertimbangkan kontur tanah dan kemiringan lahan agar bangunan laboratorium yang dibangun kokoh dan tidak ada dampak yang sigifikan jika terjadi sesuatu pada tanah seperti longsor ataupun pergeseran tanah. Sedangkan perlengkapan dan operasionalnya harus lengkap jika terjadinya kebakaran karena didalam laboratorium selalu ada zat yang mudah terbakar seperti methanol, natrium, kloroform, benzene, dan sebagainya. Selain itu ada juga jaringan elektrik dan komunikasi seperti arus listrik maupun jaringan internet harus baik karena listrik merupakan hal yang krusial di dalam laboratorium untuk di gunakan dalam pencahayaan maupun untuk melaksanakan praktikum tentang listrik itu sendiri bagi si praktikan.Jika listrik sering mati maka akan menyebabkan gangguan pada alat yang ada di dalam laboratorium.

Kualitas pecahayaan juga mempengaruhi bangunan laboratorium karena jika laboratorium kurang pencahayaan atau berlebihnya pencahayaan akan menyebabkan reaksi antara zat yang ada di laboratorium dengan intensitas cahaya sehingga pada zat yang reaktif terhadap cahaya di letakkan pada botol warna coklat. Hal lain yang juga dipertimbangkan seperti kualitas udara karena di dalam udara adanya uap air sehingga zat-zat yang ada di dalam laboratorium harus di ketahui mana saja zat yang reaktif terhadap udara seperti tembaga dan sebagainya.

Berdirinya suatu laboratorium juga memperhatikan faktor kebisingan karena jika laboratorium terletak di daerah yang bising akan menyebabkan kesalahan dalam melaksanakan praktikum dan keabsahan data tidak terjamin. Selain itu tata letak juga mempengaruhi keadaan laboratorium agar zat-zat yang ada di laboratorium di campur adukkan dan meminimalisir kecelakaan yang akan terjadi.

Sanitasi pun juga harus di pertimbangkan karena di dalam laboratorium sanitasi berperan penting sebagai tempat melakukan pembersihan jika zat-zat kimia tumpah kepada praktikan. Faktor psikososial pun harus di perhatikan karena di dalam laboratorium terdapat zat yang tidak baik untuk kesehatan maka petugas laboratoriumpun berkewajiban memberikan poster atau tanda bahaya pada zat kimia dimana tujuannya meminimalisir kecelakaan dan panduan bagi si praktikan di dalam laboratorium bagiamana ia harus bertindak dan bersikap. Selain itu laboratorium selalu di pelihara dan di awasi agar selalu terciptanya iklim kondusif dalam melaksankan praktikum di dalam laboratorium

loading...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Info Kesehatan Anda

loading...

Rizkibio Web Learning

Entri Populer