Selamat Datang di situs materi perkuliahan yang diampu oleh Rizki, S.Si., M.P email: khi_bio@yahoo.com Web: http://www.rizkibio.com

Welcome on Rizkibio Web Learning


Bismillahirrahmaanirrahiim

Selamat datang di Web bimbingan Rizki, S.Si., M.P., Lecturer Program Studi Pendidikan Biologi. Web ini di buat dengan tujuan untuk mempermudah mahasiswa dalam mendapatkan dan memahami konsep-konsep tentang mata kuliah yang dibimbing oleh penulis. Mereka tetap dapat mengakses materi tentang perkuliahan dimanapun mereka berada melalui smartphone, netbook, laptop, atau komputer yang terhubung dengan internet. Web ini juga dapat membantu mahasiswa dalam melakukan praktikum karena dalam web ini juga disediakan foto-foto objek atau gambar bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam praktikum (dalam pengembangan).
Semoga bermanfaat dan Selamat Belajar...........

Analisis Isoenzim

Rizki dan Aprilia Ridhawati

Lehninger (2005) mengatakan bahwa banyak enzim memiliki lebih dari satu bentuk molekuler di dalam spesies yang sama, pada jaringan yang sama bahkan di dalam sel yang sama. Enzim seperti ini memiliki bentuk yang berbeda namun mengkatalisa reaksi yang sama, karena enzim-enzim ini memiliki sifat-sifat kinetik dan dalam komposisi atau sekuen asam amino yang berbeda, maka enzim ini dapat dibedakan dan dipisahkan dengan prosedur yang sesuai. Bentuk enzim yang bervariasi ini disebut isoenzim atau isozim. Menurut Anonymous (2007)
loading...

Kekerabatan Berdasarkan Karakter Morfologi

Rizki dan Aprilia Ridhawati

Penanda (marker) ialah suatu sifat yang dapat diturunkan. Selain itu, marker ialah sifat yang dapat berkorelasi dengan genotip tertentu serta dapat digunakan untuk mengkarakterisasi genotip tersebut. Sehingga suatu sifat dapat dipakai sebagai marker jika sifat tersebut diwariskan secara tegas pada keturunannya dan terpaut dengan sifat yang dikehendaki. Marker morfologi dapat dikarakterisasi dan diidentifikasi melalui pencatatan data pada sifat yang memiliki heritabilitas tinggi, muncul di semua lingkungan dan dapat dideteksi secara tegas (Lamadji, 1998). 
loading...

Karakteristik Tanaman Apel (Malus domestica Borkh.)

Rizki dan Aprilia Ridhawati

Tanaman apel yang dibudidayakan hingga sekarang diduga merupakan hasil persilangan antara Malus sylvestris Miller, Malus dasyphylla Borkh, Malus pumila Miller dan beberapa jenis asal Asia. Diperkirakan di dunia terdapat lebih dari 100 jenis apel, kebanyakan terdapat di daerah subtropik, karena selalu terjadi persilangan alami. Akibatnya, beberapa jenis apel tidak diketahui asal-usulnya. Di Indonesia jenis yang ditanam petani lebih dari 80% ialah “Rome Beauty”, “Manalagi” dan “Princess Noble” (Ashari, 1995).
loading...

Tujuan Pengelolaan Plasma Nutfah

Rizki dan Aprilia Ridhawati

Plasma nutfah (germplasm)ialah sumber genetik yang terpendam dalam satu spesies yang memiliki keragaman genetik yang luas dan dihasilkan oleh perbedaan varietas, strain, galur, sub spesies atau populasi.
loading...

Produktivitas dan daya dukung

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Produktivitas adalah laju produksi makhluk hidup dalam ekosistem. Produksi bagi ekosistem merupakan proses pemasukan dan penyimpanan energi dalam ekosistem. Pemasukan energi dalam ekosistem yang dimaksud adalah pemindahan energi cahaya menjadi energi kimia oleh produsen. Sedangkan penyimpanan energi yang dimaksudkan adalah penggunaan energi oleh konsumen dan mikroorganisme.

Daya Dukung Lingkungan (Carrying Capacity) adalah Jumlah individu maksimum dari suatu spesies yang dapat hidup dalam suatu ekosistem ditentukan oleh luas relung yang tersedia bagi spesies tersebut. Konsep relung dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa ukuran populasi dari suatu spesies yang terdapat dalam ekosistem tetap konstan dari waktu ke waktu dalam waktu yang relatif lama meski selalu mendapatkan tambahan anak.
loading...

Produktivitas Berbagai Ekosistem

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Produksi bagi ekosistem merupakan proses pemasukan dan penyimpanan energ dalam ekosistem. Pemasukan energi dalam ekosistem yang dimaksud adalah pemindahan energi cahaya menjadi energi kimia oleh produsen. Sedangkan penyimpanan energi yang dimaksudkan adalah penggunaan energi oleh konsumen dan mikroorganisme. Laju produksi makhluk hidup dalam ekosistem disebut sebagai produktivitas.

loading...

Metode Penentuan Produktivitas Primer

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Beberapa cara penentuan produktivitas primer adalah sebagai berikut :

a. Metode penuaian

Cara ini di tentukan berdasarkan berat pertumbuhan dari tumbuhan. Dapat dinyatakan secara langsung berat keringnya atau kalori yang terkandung, tetapi keduanya dinyatakan dalam luas dan priode waktu tertentu. Metode ini mengukur produktivitas primer bersih.
loading...

Koevolusi

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.


Koevolusi adalah tipe-tipe adaptasi yang khas karena hubungan antar jenis (interspesific) makhluk hidup. Koevolusi digunakan untuk mendeskripsikan suatu keadaan yang melibatkan serangkaian adaptasi terbalik (resiprokal), perubahan pada satu spesies yang berperan sebagai komponen seleksi untuk spesies lain, dan adaptasi perlawanan dari spesies kedua yang timbul sebagai respon pengaruh seleksi yang ditimbulkan oleh spesies pertama. Koevolusi secara intensif dipelajari dalam hubungan predator-prey dan simbiosis yang merupakan hubungan antar populasi makhluk hidup dalam komunitas.
loading...

Evolusi Ekosistem

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.


Ekosistem tidak diam dan statis, melainkan selalu berubah (dinamis). Ekosistem tumbuh dari komunitas sederhana menuju ke komunitas yang kompleks. Selama pertumbuhan itu terjadi pergantian jenis-jenis organisme yang dominan atau menguasai. Pertumbuhan dominasi itu dikenal sebagai suksesi atau evolusi. Suksesi terus berlangsung hingga tercapai suatu klimaks. Sebagai contoh, sawah yang dibiarkan akan ditumbuhi rumput. Jika dibiarkan terus beberapa tahun kemudian, akan ditumbuhi semak belukar, jika terus dibiarkan, misalnya hingga 75-150 tahun, mungkin akan menjadi hutan yang lebat.
loading...

Proses-proses dasar dalam produktivitas primer

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Produksi bagi ekosistem merupakan proses pemasukan dan penyimpanan energi dalam ekosistem. Pemasukan energi dalam ekosistem yang dimaksud adalah pemindahan energi cahaya menjadi energi kimia oleh produsen. Sedangkan penyimpanan energi yang dimaksudkan adalah penggunaan energi oleh konsumen dan mikroorganisme. Laju produksi makhluk hidup dalam ekosistem disebut sebagai produktivitas.

Produktivitas primer merupakan laju penambatan energi yang dilakukan oleh produsen. Menurut Campbell (2002), Produktivitas primer menunjukkan Jumlah energi cahaya yang diubah menjadi energi kimia oleh autotrof suatu ekosistem selama suatu periode waktu tertentu. Total produktivitas primer dikenal sebagai produktivitas primer kotor (gross primary productivity, GPP). Tidak semua hasil produktivitas ini disimpan sebagai bahan organik pada tubuh organisme produsen atau pada tumbuhan yang sedang tumbuh, karena organisme tersebut menggunakan sebagian molekul tersebut sebagai bahan bakar organik dalam respirasinya. Dengan demikian, Produktivitas primer bersih (net primary productivity, NPP) sama dengan produktivitas primer kotor dikurangi energy yang digunakan oleh produsen untuk respirasi.
loading...

Daur Fosfor

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Fosfor (P) merupakan bahan pembentuk tulang pada hewan. Semua makhluk hidup memerlukan fosfor sebagai pembentuk DNA, RNA, protein, energi (ATP), dan senyawa organik lainnya. Daur fosforus terjadi melalui proses berikut:
loading...

Daur Belerang (Sulfur)

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Sulfur merupakan unsur penyusun protein. Tumbuhan mendapatkan belerang dari dalam tanah dalam bentuk sulfat (SO42-). Di dalam tubuh tumbuhan, belerang digunakan sebagai bahan penyusun protein. Hewan dan manusia mendapatkan belerang dengan jalan memakan tumbuhan. Jika tumbuhan dan hewan mati, jasad renik akan menguraikannya menjadi gas H2S, atau menjadi SO2 dan SO42-.

loading...

Daur Air

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P. 

Air sangat penting bagi makhluk hidup karena air berfungsi sebagai pelarut kation dan anion, pengatur suhu tubuh, pengatur tekanan osmotik sel dan bahan baku untuk fotosintesis. Di alam terjadi daur air yang dapat diuraikan sebagai berikut:

loading...

Daur Karbon dan Oksigen

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.


Unsur C (karbon) diserap tumbuhan dalam bentuk CO2 tumbuhan tidak dapat menyerap unsure C dalam bentuk gula atau zat tepung. Sebaliknya hewan hanya dapat memanfaatkan karbon dalam bentuk persenyawaan organik. Unsur C dan O selalu terlibat dalam proses respirasi dan fotosintesis, yaitu dalam bentuk CO2 dan O2.
loading...

Daur Nitrogen

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.


Nitrogen merupakan salah satu unsure pembentuk asam amino. Asam amino merupakan persenyawaan pembentuk molekul protein. Protein merupakan senyawa yang berguna sebagai penyusun tubuh, misalnya otot, dan sebagai penggiat reaksi-reaksi metabolisme tubuh, misalnya enzim pencernaan untuk mencerna makanan.Nitrogen diperlukan tidak dalam bentuk unsure, melainkan dalam bentuk persenyawaan. Atmosfer bumi mengandung ±79% nitrogen. Petir menyebebkan nitrogen di atmosfer bersenyawa dengan oksigen membentuk nitrat (NO3). Tumbuhan menyerap nitrat dari tanah untuk dijadikan protein. Ketika tumbuhan dimakan consumer, nitrogen berpindah ke tubuh hewan. Urin, bangkai hewan, dan tumbuhan mati akan diuraikan oleh pengurai menjadi ammonium dan ammonia. Bakteri nitrit Nitrosomonas mengubah ammonium menjadi nitrit. Selanjutnya, bakteri nitrat Nitrobacter akan mengubah nitrit menjadi nitrat. Peristiwa pengubahan ammonium menjadi nitrit dan nitrat disebut sebagai nitrifikasi. Nitrat akan diserap lagi oleh tumbuhan. Ada pula bakteri yang mampu mengubah nitrat atau nitrit menjadi nitrogen bebas di udara. Prosesnya disebut sebagai denitrifikasi.
loading...

Siklus Biogeokimia

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.


Siklus atau daur unsur-unsur kimia berputar melewati tubuh makhluk hidup, tanah, dalam bentuk persenyawaan-persenyawaan kimia. Jadi, daur materi atau mineral ini berlangsung di dalam ekosistem (biosfer), mengalir melalui komponen, biotik, abiotik, reaksi kimia dan seterusnya. Oleh karena itu, siklus materi tersebut disebut sebagai daur biogeokimia.
loading...

Piramida Biomassa dan Piramida Energi

Bahan Ajar Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Piramida biomassa dapat dinyatakan sebagai diagram yang mengambarkan perpaduan massa seluruh makhluk hidup di habitat tertentu yang diukur dan dinyatakan dalam satuan gram. Biomassa merupakan ukuran berat materi hidup pada waktu tertentu. Piramida biomassa yaitu suatu piramida yang menggambarkan berkurangnya transfer energi pada setiap tingkat trofik dalam suatu ekosistem. Umumnya bentuk piramida biomassa akan mengecil ke arah puncak, karena perpindahan energi antara tingkat trofik tidak efisien. Piramida biomassa berfungsi untuk menggambarkan massa seluruh organisme di habitat tertentu yang diukur dalam gram. Untuk menghindari kerusakan habitat, biasanya hanya diambil sedikit sampel dan diukur, kemudian total seluruh biomassa dihitung. Dengan pengukuran seperti ini akan didapat informasi yang lebih akurat tentang apa yang terjadi pada ekosistem. Massa dapat berbentuk terbalik.
loading...

Rantai Makanan dan Jaring-Jaring Makanan

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Alira Energi (Rantai Makanan dan Jaring-Jaring Makanan)

Rantai makanan merupakan aliran energi makanan melalui sebuah ekosistem. Energi tersebut mengalir dalam satu arah melalui sejumlah makhluk hidup. Semua energi yang masuk ke dalam rantai makanan umumnya berasal dari cahaya matahari. Melalui proses fotosintesis energi tersebut diubah dan disimpan dalam tubuh makhluk hidup produser dalam bentuk energi kimia. Selanjutnya, energi tersebut mengalir ke konsumer pada berbagai tingkat trofik dalam ekosistem. 
loading...

Ekosistem Tertutup dan Terbuka

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Ekosistem Tertutup dan Terbuka

1) Ekosistem tertutup

Sistem tertutup yaitu sistem dengan batas yang memungkinkan untuk terjadinya pertukaran energi, tetapi tidak memungkinkan pertukaran materi antara sistem dengan pertukaran energi. Bumi adalah salah satu contoh sistem tertutup. Sistem tertutup ditandai dengan tidak adanya energi yang atau materi yang melewati batas luar sistem.
loading...

Konsep Dasar Penting Dalam Suatu Ekosistem

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Konsep Dasar Penting Dalam Suatu Ekosistem


Istilah ekosistem pertama kali diperkenalkan oleh Tansley (1935), ia mengemukakan bahwa ekosistem adalah hubungan timbal balik antara komponen biotik (tumbuhan, hewan, manusia, mikroba) dengan komponen abiotik (cahaya, udara, air, tanah dan lain sebagainya). Apabila salah satu komponen terganggu, maka komponen-komponen lainnya secara cepat atau lambat juga akan ikut terpengaruh.
loading...

Konsep Dasar Ekosistem

Bahan Ajar Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Capaian Pembelajaran
Mahasiswa dapat memahami tentang ekosistem

Materi Perkuliahan

Ekosistem
  1. Konsep Dasar Penting Dalam Suatu Ekosistem (klik disini)
  2. Ekosistem Tertutup dan Terbuka (klik disini)
  3. Aliran energi (klik disini)
  4. Piramida Biomassa dan Energi (klik disini)
  5. Siklus biogeokimia (klik disini)
  6. Produktivitas dan daya dukung (klik disini)
  7. Proses-proses dasar dalam produktivitas primer (klik disini)
  8. Metode penentuan produktivitas primer (klik disini)
  9. Produktivitas berbagai ekosistem (klik disini)
  10. Evolusi ekosistem (klik disini)
  11. Koevolusi (klik disini)


Daftar Kepustakaan

Anonim. 2007. Produktivitas Primer_Tinjauan Pustaka.(pdf_file).

Campbell, N. A., J. B. Reece, L. G. Mitchell. 2002. Biologi (terjemahan), Edisi kelima Jilid3. Jakarta. Penerbit Erlangga. 

Dewiki S. & S. Yuniati. 2005. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta. Universitas Terbuka. 

Kimball, J.W. (1989). Biologi, diterjemahkan oleh H.S.S. Tjitrosomo & N. Sugiri. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Mcnaughton, S.J., L. L. Wolf. 1998. Ekologi Umum (terjemahan), Edisi kedua. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press. 

Resosudarmo , Sudjiran, Kartawinata, Kuswata, Soegiarto & Apriliani. (1987). Pengantar Ekologi. Jakarta: Remaja Karya.

Tim Penyusun. 2006. Ekologi Tumbuhan. Sumatera Utara: Usu.



loading...

Sistem Organ

Bahan Ajar Biologi Dasar
Rizki, S.Si., M.P.

Organ merupakan kumpulan beberapa jaringan untuk melakukan fungsi tertentu di dalam tubuh. Misalnya, kulit yang menutupi permukaan luar tubuh adalah organ yang terdiri dari jaringan penyambung., jaringan epitel, jaringan otot, jaringan pembuluh darah dan jaringan saraf. Semua jaringan ini secara bersama-sama berfungsi sehingga kulit dapat melindungi tubuh dari kekeringan, perubahan temperatur, cahaya matahari, terkena infeksi, terkena zat-zat kimia dan tekanan mekanik. Di samping melindungi tubuh, kulit juga merupakan organ yang berfungsi untuk mengeluarkan hasil-hasil metabolismayang tidak berguna lagi bagi tubuh, sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan dan tempat penyimpanan cadangan makanan dan tempat indera peraba.
loading...

Jaringan Saraf

Bahan Ajar Biologi Dasar
Rizki, S.Si.,M.P.

Jaringan saraf terdiri dari sel-sel saraf yang disebut dengan neuron. Jaringan saraf terdistribusi diseluruh tubuh sebagai suatu jaringan komunikasi terpadu. Sel-sel saraf memperlihatkan banyak jaluran panjang dan beberapa jenis sel glia atau neorglia. Neuron biasanya menerima informasi dari dendrit dan badan sel dan mengantarkannya melalui akson. Struktur neutron ini dapat dilihat pada gambar terlampir.
loading...

Jaringan Otot

Bahan Ajar Mata Kuliah Biologi Dasar
Rizki, S.Si., M.P.

Jaringan otot merupakan jaringan yang tersusun atas sekelompok sel yang memiliki mikrofilamen aktin dan miosin sehingga mampu berkontraksi. Dalam perkembangannya jaringan otot berasal dari lapisan mesoderm (lapisan tengah) pada masa gastrulasi. Aktin dan miosin merupakan protein kontraktil yang ketika dirangsng maka akan berkontraksi. Hasil kontraksi yang ditimbulkan oleh aktin dan miosin menyebabkan organ yang disusun oleh jaringan otot dapat bergerak. Diperlukan energi yang cukup besar untuk menghasilkan kontraksi aktin dan miosin yang diperoleh dari hasil respirasi sel.
loading...

Jaringan Tulang

Bahan Ajar Mata Kuliah Biologi Dasar
Rizki, S.Si., M.P.

Jaringan tulang

Tulang merupakan salah satu jaringan terkeras di dalam tubuh manusia. Fungsi tulang adalah : penyokong tubuh, melindungi organ vital, tempat pembuatan sel-sel darah. Tulang terdiri dari : (1) bahan intersel yang mengalami kalsifikasi, (2) matriks tulang, dan (3) berbagai jenis sel, seperti osteosit, osteoblas dan osteoklas.
loading...

Jaringan Penyambung (Ikat)

Bahan Ajar Biologi Dasar
Rizki, S.Si., M.P.

Jaringan Penyambung 

Jaringan penyambung (pengikat) merupakan jaringan yang berfungsi menghubungkan dan mengikat sel dan organ sehingga memberikan sokongan terhadap tubuh. Jaringan ini mempunyai konsistensi lunak, fleksibel, dan tidak resisten terhadap stress. Unsur utama jaringan penyambung adalah sel-sel dan matriks ekstra selnya. Matriks ekstrasel ini terdiri dari jaringan. Di dalam matriks ekstrasel inilah terdapat sel-sel khusus. Jaringan penyambung terdapat hampir di semua bagian lendir, otot, saraf, kulit dan semua organ di bagian dalam tubuh.
Macam jaringan penyambung
loading...

Jaringan Epitel

Bahan Ajar Biologi Dasar
Rizki, S.Si., M.P.

1. Jaringan epitel

Jaringan epitel merupakan jaringan yang dibangun dari sel-sel ketiga lapisan lembaga (ektoderm, mesoderm dan endoderm). Beberapa ciri jaringan epitel adalah : (1) mempunyai bentuk dan ukuran sel yang bervariasi, (2) terdapat suatu lapisan dasar (lamina basalis) yang berhubungan dengan jaringan penyambung di bawahnya, dan (3) kohesi di antara sel-sel relatif kuat. Di samping itu, sel-sel epitel tersususn sangat rapat, sehingga hanya sedikit mengandung zat inter sel dan pelekatan di antara sel-sel sangat kuat. Jaringan epitel terdapat pada seluruh permukaan tubuh dan seluruh permukaan rongga yang ada dalam tubuh, seperti rongga saluran pencernaan, saluran pernafasan dan saluran reproduksi.
loading...

Struktur dan Organisasi Hewan Vertebrata

Bahan Ajar Biologi Dasar
Rizki, SSi., M.P.

Capaian Pembelajaran: Memahami Struktur dan Organisasi Hewan Vertebrata

Materi Perkulihan

Vertebrata mempunyai struktur dan organisasi tubuh yang komplit (lengkap) dan kompleks (rumit). Pembahasan mengenai sub pokok bahasan ini masih bersifat umum dan difokuskan hanya pada jaringan dasar dan sistem organ.

loading...

Rhizombium dan Pemanfaatannya di Bidang Pertanian

Bakteri Rhizobium merupakan salah satu jenis bakteri penambat nitrogen yang mampu bersimbiosis dengan tanaman, terutama pada tanaman leguminosae. Untuk memanfaatkan simbiosis bakteri rhizobium dengan tanaman leguminosae dalam konsep pertanian organik berkelanjutan, dibutuhkan pemahaman mengenai proses asosiasi antara rhizobium dengan tanaman inang.
loading...

Mikoriza dan Peranannya bagi Tanaman

Mikoriza pertama kali dipublikasikan pada tahun 1840 ketika Robert Hartig menemukan adanya cendawan pada akar tanaman pinus. Tahun 1885 A. B. Frank menamakan asosiasi tersebut sebagai mikoriza. Berdasarkan penemuan tersebut diketahui bahwa mikoriza merupakan suatu bentuk simbiosis mutualisme cendawan (myces) dengan akar (rhiza) tumbuhan tingkat tinggi yang terjadi dalam jaringan akar tanaman atau pada permukaan akar (Rao, 1994).
loading...

Industri Pupuk Hayati (Biofertilizer)

Pupuk hayati (biofertilizer) seringkali dianggap sebagai pupuk organik. Kekeliruan ini sepertinya sepele, namun bisa berakibat fatal jika terdapat kesalahan dalam menggunakannya. Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai pengertian dan fungsinya.

Permentan No.2 tahun 2006, menggolongkan pupuk hayati ke dalam pembenah tanah, bukan pupuk organik. Pembenah tanah itu sendiri bisa organik ataupun non organik. Pupuk hayati termasuk dalam pembenah tanah organik. Dalam peraturan tersebut pupuk organik didefinisikan sebagai sekumpulan material organik yang terdiri dari zat hara (nutrisi) bagi tanaman, di dalamnya bisa mengandung organisme hidup atau pun tidak. Sedangkan pupuk hayati merupakan sekumpulan organisme hidup yang aktivitasnya bisa memperbaiki kesuburan tanah.
loading...

Industri Pupuk Bokashi

Bokashi dipopulerkan pertama kali di Jepang sebagai pupuk organik yang bisa dibuat dengan cepat dan efektif. Terminologi bokashi diambil dari istilah bahasa Jepang yang artinya perubahan secara bertahap. Sedangkan EM4 merupakan jenis mikroorganisme dekomposer untuk membuat pupuk bokashi. EM4 dipopulerkan oleh Prof. Dr. Teruo Higa dari Jepang.

Proses pembuatan pupuk bokashi relatif lebih cepat dari pengomposan konvensional. Bokashi sudah siap dijadikan pupuk dalam tempo 1-14 hari sejak dibuat, tergantung dari bahan baku dan metode yang digunakan. Membuat bokashi sangat mudah, bisa dilakukan dalam skala rumah tangga maupun skala pertanian yang lebih besar. Berikut ini kami jelaskan tahap-tahapnya.
loading...

Industri Pupuk Organik

Dalam Permentan No.2 tahun 2006, pupuk organik didefinisikan sebagai pupuk yang sebagian atau seluruhnya berasal dari dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Pupuk organik mempunyai beragam jenis dan varian. Jenis-jenis pupuk organik dibedakan dari bahan baku, metode pembuatan dan wujudnya. Dari sisi bahan baku ada yang terbuat dari kotoran hewan, hijauan atau campuran keduanya. Dari metode pembuatan ada banyak ragam seperti kompos aerob, bokashi, dan lain sebagainya. Sedangakan dar sisi wujud ada yang berwujud serbuk, cair maupun granul atau tablet.
loading...

Tanaman Kedelai Tahan Penggerek Polong Melalui Transformasi Genetik Gen Cry 1AB dengan Vektor Agrobacterium tumefaciens

Kedelai merupakan tanaman penting di Indonesia setelah padi dan jagung, yang hingga saat ini untuk memenuhi tingginya permintaan masih perlu dilakukan impor dalam jumlah yang sangat tinggi.Kebutuhan kedelai Indonesia meningkat hingga mencapai 2.24 juta setiap tahunnya, padahal produksi kedelai nasional pada tahun 2000 saja, hanya mencapai 1.19 juta ton. Hingga tahun 2000, Indonesia mengimpor kedelai 342.124 ton per tahun dan menghabiskan devisa sebesar USD 200-300 juta (Biro Pusat Statistik Indonesia 2002). Upaya peningkatan produksi kedelai di Indonesia terkendala oleh beberapa faktor, diantaranya adalah tingginya serangan hama penggerek polong kedelai (Etiella zinkenella). Serangan hama ini dapat menurunkan hasil hingga 20-40 % pada areal pertanaman sekitar 11.000 ha setiap tahunnya, bahkan mencapai 90 % apabila tidak dilakukan pengendalian (Nurdin et al., 1995). Serangan hama ini dapat diatasi dengan penggunaan insektisida kimia. Namun demikian, penggunaan fungisida inimenjadi tidak efektif apabila dilakukan pada daerah dengan tingkat serangan yang sangat tinggi. Selain itu penggunaan fungisida yang terus menerus dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan timbulnya resistensi serangga terhadap bahan kimia.
loading...

Transfer T-DNA oleh A. Tumefaciens ke dalam sel tanaman

Agrobacterium tumefaciens adalah bakteri tanah yang dapat menyebabkan penyakit tumor pada beberapa tanaman. Bakteri menginfeksi melalui bagian yang luka pada batang tanaman dan mengakibatkan tumor pada daerah sekitar akar dan batang tanaman. Penyebab pembentukan tumor bukan berasal dari bakteri itu sendiri tetapi dari plasmid yang dikenal dengan plasmid Ti. Ukuran DNA plasmid Ti cukup besar, berkisar antara 140-235 kb (1 kb = 1000 pasang basa). Selama menginfeksi, sebagian kecil dari DNA plasmid Ti (15-30 kb), disebut T-DNA, ditransfer kedalam inti sel tanaman dan tersisipi kedalam DNA inti sel tanaman. Dari sini T-DNA sudah terintegrasi dan stabil terpelihara dalam genom sel.
loading...

Proses Transformasi Gen oleh Agrobacterium tumefaciens

Dasar dari transformasi genetik oleh Agrobacterium adalah transfer dan integrasi T-DNA ke dalam genom di dalam inti sel tanaman. T-DNA adalah suatu bagian pada tumor inducing (Ti) plasmid yang terdapat di dalam sel Agrobacterium. Ti-plasmid berukuran sekitar 200-800 kbp dan T-region (T-DNA)nya sendiri berukuran sekitar 10% nya (10-30 kbp). T-region ini dibatasi oleh dua sekuen pembatas (border) yaitu right border dan left border yang mengapit T-region. Bagian lain dari Ti-plasmid yang tidak kalah pentingnya adalah vir-region yang mengandung sejumlah gen-gen virulen (virA, virB, virC, virD, virE, virF,virG dan virH) yang berfungsi didalam proses transfer T-DNA ke dalam sel tanaman.
loading...

Agrobacterium dan Peranannya dalam Transfer Gen

Transformasi gen adalah proses dimana DNA asing dimasukkan ke dalam sel tanaman, dimana para pemulian tanaman dapat memasukkan gen asing ke dalam sel atau jaringan tanaman, baik secara langsung maupun tak langsung tanpa merujuk kepada tingkat hubungan genetik atau kompatibelilitas suatu jenis. Teknologi pemindahan gen atau transfer gen dapat dibedakan menjadi dua, yaitu langsung dan tidak langsung. Contoh transfer gen secara langsung adalah perlakuan pada protoplas tanaman dengan eletroporasi atau dengan polyethyleneglycol (PEG), penembakan eksplan gen dengan gene gun atau di vortex dengan karbit silikon. Teknik pemindahan gen secara tak langsung dilakukan dengan bantuan bakteri Agrobacterium. Dari banyak teknik transfer gen yang berkembang, teknik melalui media vektorA. tumefaciens paling sering digunakan untuk metransformasi tanaman, terutama tanaman kelompok dikotil. Bakteri ini mampu mentransfer gen kedalam genom tanaman melalui eksplan baik yang berupa potongan daun (leaf disc ) atau bagain lain dari jaringan tanaman yang mempunyai potensi beregenerasi tinggi.(Adis.2010.)
loading...

Mikroorganisme yang berperan dalam rekayasa genetika tumbuhan

Bahan Ajar Mata Kuliah Bioteknologi Industri
Rizki, S.Si., M.P.

Gambar: Gall pada akar tanaman dikotil
Mikroorganisme yang berperan dalam rekayasa genetika tumbuhan

Agrobacterium tumefaciens adalah bakteri patogen pada tanaman yang banyak digunakan untuk memasukkan gen asing ke dalam sel tanaman untuk menghasilkan suatu tanaman transgenik. Secara alami, A. tumefaciens dapat menginfeksi tanaman dikotiledon melalui bagian tanaman yang terluka sehingga menyebabkan tumor mahkota empedu (crown gall tumor).
  
loading...

Dampak Negatif Produk Transgenik

Potensi toksisitas bahan pangan

Transfer genetik terjadi di dalam tubuh organisme transgenik akan muncul bahan kimia baru yang berpotensi menimbulkan pengaruh toksisitas pada bahan pangan. Sebagai contoh, transfer gen tertentu dari ikan ke dalam tomat, yang tidak pernah berlangsung secara alami, berpotensi menimbulkan risiko toksisitas yang membahayakan kesehatan. Rekayasa genetika bahan pangan dikhawatirkan dapat mengintroduksi alergen atau toksin baru yang semula tidak pernah dijumpai pada bahan pangan konvensional.

loading...

Contoh Tanaman Transgenik

Beberapa contoh tanaman transgenik yang dikembangkan di dunia tertera pada tabel di bawah ini.
loading...

Proses Perakitan Tanaman Transgenik

Bahan Ajar Bioteknologi Industri
Rizki, S.Si., M.P.

Untuk membuat suatu tanaman transgenik, pertama-tama dilakukan identifikasi atau pencarian gen yang akan menghasilkan sifat tertentu (sifat yang diinginkan).Gen yang diinginkan dapat diambil dari tanaman lain, hewan, cendawan, atau bakteri. Setelah gen yang diinginkan didapat maka dilakukan perbanyakan gen yang disebut dengan istilah kloning gen. Pada tahapan kloning gen, DNA asing akan dimasukkan ke dalam vektor kloning(agen pembawa DNA), contohnya plasmid (DNA yang digunakan untuk transfer gen). Kemudian, vektor kloning akan dimasukkan ke dalam bakteri sehingga DNA dapat diperbanyak seiring dengan perkembangbiakan bakteri tersebut. Apabila gen yang diinginkan telah diperbanyak dalam jumlah yang cukup maka akan dilakukan transfer gen asing tersebut ke dalam sel tumbuhan yang berasal dari bagian tertentu, salah satunya adalah bagian daun. Transfer gen ini dapat dilakukan dengan beberapa metode, yaitu metode senjata gen, metode transformasi DNA yang diperantarai bakteri Agrobacterium tumefaciens, dan elektroporasi (metode transfer DNA dengan bantuan listrik).
loading...

Produksi Tanaman Transgenik

Bahan Ajar Mata Kuliah Bioteknologi Industri
Rizki, S.Si., M.P.

Gambar 1: Tanaman Trangenik (Jagung tahan hama dan beras yang mengandung pro-vitamin A)

Tanaman transgenik pertama kalinya dibuat tahun 1973 oleh Herbert Boyer dan Stanley Cohen. Pada tahun 1988 telah ada sekitar 23 tanaman transgenik, pada tahun 1989 terdapat 30 tanaman, pada tahun 1990 lebih dari 40 tanaman.
loading...

Bioteknologi Industri Pertanian

Bahan Ajar Mata Kuliah Bioteknologi Industri
Rizki, S.Si., M.P.

Capaian Pembelajaran
Mahasiswa mampu memahami dan mampu menjelaskan Bioteknologi Industri Pertanian

Materi Perkuliahan



loading...

Alokasi Sumber-sumber Kehidupan

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan

Species tumbuhan memiliki pola alokasi sumber-sumber kehidupan yang membuatnya tetap bertahan dari kepunahan. Pola-pola ini telah dihasilkan dan diperhalus melalui seleksi alam. Organisme memiliki sejumlah energi dan waktu yang terbatas untuk melengkapi siklus hidupnya. Waktunya sendiri tidak dialokasikan tetapi penting dalam perolehan energi fotosintetik dan dalam pemanfaatan energi untuk pemeliharaan. Sebagian dari total energi yang tersedia digunakan untuk tiap aktivitas dalam siklus kehidupan untuk akar, batang, daun, bunga, benih atau buah dan sebagian untuk pertumbuhan, pemeliharaan atau untuk pertahanan diri. Sejumlah waktu dihabiskan dalam fase dormansi, anakan, fase vegetatif, dewasa dan fase reproduksi.
loading...

Kurva Kehidupan dalam Populasi

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Kurva kehidupan merupakan grafik atau gambaran dari suatu bentu ketahanan hidup dari suatu induvidu dalam kelompok atau populasi. Dalam pengamatan individu-individu dalam populasi ada 3 tipe dalam menggambarkan tingkat kehidupan individu dalam populasi berdasarkan pertambahan umur atau pertumbuhan yaitu:
loading...

Masa Hidup Individu dalam Populasi

Bahan Ajar Ekologi
Rizki, S.Si., M.P.

Suatu populasi dengan presentase individu yang besar pada usia reproduksi yang prima (atau sedikit lebih muda) akan tumbuh secara proporsional, lebih cepat dibandingkan dengan populasi yang memiliki struktur umur yang condong ke arah individu yang lebuh tua. Suatu ciri demografik penting yang berhubungan dengan struktur umur adalah waktu generasi, yaitu rata – rata rentang waktu antara kelahiran suatu individu dengan kelahiran keturunannya
loading...

Susunan Individu pada Populasi

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Setiap individu dalam populasi memiliki sifat yang berbeda dalam laju kelahirann, umur dan rata-rata masa hidup. Susunan individu berdasarkan waktu meliputi laju kelahiran, umur dan rata-rata masa hidup. Susunan individu dalam populasi dapat dikaji berdasarkan skala waktu yang meliputi kelahiran, kematian, laju reproduksi dan masa hidup (umur). Ilmu yang mempelajarinya disebut Demography. 
loading...

Pola Penyebaran Individu dalam Populasi

Bahan Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Pola penyebaran yang paling umum adalah pembentukan rumpun(clump). Tumbuah bisa menjadi terumpu pada tempat-tempat tertentu dimana kondisi tanah dan faktor-faktor lingkungan lain mendukung untuk perkecambahan dalam pertumbuhan (Campbell). Penyebaran individu menggerombol umum terjadi di alam, individu-individu dalam populasi menunjukkan derajad pengelompokan karena adanya kebutuhan yang bersamaan akan faktor-faktor lingkungan.
loading...

Kerapatan atau Kepadatan populasi

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Para ahli ekologi mulai mempelajari suatu populasi dengan mendefenisikan batasan yang tepat pada suatu organisme. Batas suatu populasi bisa merupakan batasan alamiah, ada dua karakteristik penting setiap populasi yaitu kepadatan dan kerapatan. Kepadatan populasi merupakan jumlah individu persatuan luas atau volume.sedangkan penyebaran adalah pola jarak antara individu didalam batas geografis populasi (campbell ). Besarnya suatu populasi akan mengalami perubahan disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kelahiran atau regenerasi, kematian, perpindahan masuk, dan perpindahan keluar.
loading...

Populasi Lokal

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Populasi merupakan kumpulan dari sekelompok individu yang mmenempati suatu tempat tertentu dalam kurun waktu tertentu. Dalam ekologi tumbuhan populasi menggambarkan suatu kerapatan suatu tumbuhan pada suatu daerah. Ekologi populasi sebagian besar berpusat pada faktor-faktor yang mempengaruhi ukuran dan komposisi populasi

Dalam situasi tertentu sekelompok individu ada kemungkinan secara genetika terisolasi, persilangan hanya memungkinkan terjadi diantara anggota kelompok itu sendiri. Kelompok organisma-organisma yang terisolasi ini biasa disebut “populasi lokal”
loading...

Populasi Tumbuhan

Bahan Ajar Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Capaian Pembelajaran
Mahasiswa mampu memahami mengenai Populasi Lokal, Kerapatan atau Kepadatan populasi, Pola Penyebaran Individu, susunan Individu,masa Hidup, kurva kehidupan, alokasi Sumber-sumber kehidupan

Materi

Populasi Tumbuhan
  1. Populasi Lokal (klik di sini)
  2. Kerapatan atau Kepadatan populasi (klik di sini)
  3. Pola Penyebaran Individu (klik di sini)
  4. Susunan Individu (klik di sini)
  5. Masa Hidup (klik di sini)
  6. Kurva kehidupan (klik di sini)
  7. Alokasi Sumber-sumber kehidupan (klik di sini)


DAFTAR PUSTAKA

Heddy, S. 1986. Pengantar Ekologi. CV Rajawali. Jakarta.
Odum, Eugene. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Tim Ekologi Tumbuhan USU, akses 2016. Ekologi Tumbuhan



loading...

Embrio Rescue (Penyelamatan Embrio)

Bahan Ajar Budidaya Pertanian
Rizki, S.Si., M.P.

Pada program pemuliaan tanaman, biasanya dilakukan persilangan buatan antara tanaman induk (P) untuk menghasilkan hibrid baru. Persilangan buatan lebih mudah berhasil bila dilakukan antar tanaman dengan hubungan kekerabatan yang dekat. Untuk memperoleh sifat-sifat yang diinginkan, seringkali penyilangan dilakukan dengan tanaman liar atau bahkan persilangan dengan varietas yang berbeda bila sifat-sifat tersebut tidak terdapat pada kerabat dekatnya.
loading...

Benih Sintetik

Bahan Ajar Budidaya Pertanian
Rizki, S.Si., M.P.

Perbanyakan tanaman merupakan serangkaian kegiatan yang diperlukan untuk menyediakan materi tanaman baik untuk kegiatan penelitian maupun program penanaman secara luas. Cara perbanyakantanaman dapat digolongkan menjadi dua yaituperbanyakan generatif dan perbanyakan vegetatif. Pada perbanyakan generatif terdapat kekurangan yaitu waktu berbuah yang lama dan sifat turunan yang tidak samadengan induknya, sehingga perbanyakan tanaman secara vegetatif merupakan alternatif untuk mendapatkan tanaman baru yang mempunyai sifat sama dengan tanamaninduknya dalam jumlah besar.
loading...

Teknik Kultur Jaringan Tumbuhan

Bahan Ajar Budidaya Pertanian
Rizki, S.Si., M.P.

Kultur In-Vitro merupakan suatu metode pengambilan bagian dari tumbuhan seperti protoplasma, sel, jaringan atau organ dan menumbuhkannya dalam kondisi aseptik sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap kembali.

Teori yang mendasari teknik Kultur In-Vitro adalah teori sel oleh Schwann dan Scheleiden (1838) yang menyatakan sifat totipotensi (total sinetik potensial) sel yaitu bahwa setiap sel tanaman yang hidup dilengkapi dengan informasi genetik dan perangkat fisiologi yang lengkap untuk tumbuh dan berkembang menjadi tanaman yang utuh jika kondisinya sesuai.
loading...

Teknik Okulasi Pada Tanaman

Bahan Ajar Budidaya Pertanian
Rizki, S.Si., M.P.

Salah satu diantara perkembangbiakan tanaman secara vegetatif adalah dengan Okulasi atau yang disebut juga dengan menempel. Bagian tanaman yang diokulasi adalah mata tunas yang sedang dorman atau kulit batang beserta sedikit kayunya. Tujuan utama Okulasi adalah mendapatkan jenis tanaman baru dengan sifat yang menguntungkan seperti tahan penyakit serta keunggulan-keunggulan sifat yang dimiliki oleh suatu tanaman. Sedangkan untuk tunas yang ditempelkan harus merupakan tunas yang produktif atau kualitas yang tinggi. Bentuk Okulasi yang sering dilakukan oleh para pengelola kebun untuk memperbanyak tanamannya terdiri dari beberapa bentuk, antara lain :
loading...

Teknik Sambung Tanaman

Bahan Ajar Budidaya Pertanian
Rizki, S.Si., M.P.

Tanaman yang sukar di cangkok atau diokulasi maka dapat juga dilakukan perkembangbiakan secara vegetatif dengan cara dengan melakukan penyambungan. Dengan penyambungan diharapkan akan dapat memperoleh keuntungan sebagai berikut :
  1. Jika batang atas berasal dari klon yang produksinya tinggi disambuung dengan batang bawah yang memiliki resistensi terhadap nematoda atau sifat lain yang baik, maka terdapat kemungkinan bahwa tanaman sambungan itu akan memiliki sifat-sifat baik tersebut.
  2. Suatu klon yang sangat susah sekali berakar terkadang masih dapat diusahakan penanamannya denga cara menyambung.
    Teknik Sambung Tanaman
loading...

Perbanyakan Vegetatif dengan Cangkok

Bahan Ajar Budidaya Pertanian
Rizki, S.Si., M.P.


Cangkok adalah cara perkembangbiakan pada tumbuhan dengan menanam batang atau dahan yang diusahakan berakar terlebih dahulu sebelum di potong dan di tanam di tempat lain. Tidak semua tumbuhan bisa di cangkok. Tumbuhan yang bisa di cangkok hanyalah tumbuhan dikotil dan tumbuhan biji terbuka.
loading...

Perbanyakan Vegetatif dengan Stek Batang, Akar, Daun

Bahan Ajar Budidaya Pertanian
Rizki, S.Si., M.P.

Stek batang pada Manihot utilisima (Ubi Kayu)
Dalam ilmu pertanian stek (cutting atau stuk) atau potongan adalah menumbuhkan bagian atau potongan tanaman, sehingga menjadi tanaman baru. Ada beberapa keuntungan yang didapat dari tanaman yang berasal dari bibit stek, yaitu:
loading...

Teknik Pembiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Alami

Bahan Ajar Mata Kuliah Budidaya Pertanian
Rizki, S.Si., M.P.

Teknik pembiakan tumbuhan Secara vegetatif
Vegetatif Alami

Perkembangbiakan vegetatif alami

Perkembangbiakan vegetatif alami dimulai dari tumbuhnya tunas pada bagian tumbuhan. Tunas selanjutnya akan menjadi tanaman baru. Pada umumnya, tunas tumbuh pada ruas batang, ketiak daun, ujung akar, dan tepi daun. Tunas yang tumbuh pada ujung akar atau tepi daun disebut tunas adventif Jika tunas tumbuh dekat induknya dinamakan rumpun, seperti rumpun bambu dan rumpun pisang. Berikut ini jenis-jenis perkembangbiakan secara vegetatif alami :

Akar tinggal

Akar tinggal (rizoma) adalah batang yang tumbuh menjalar dalam tanah atau disebut juga akar tinggal, akar rimpang, atau akar tongkat. Tanaman yang berkembang biak dengan akar tinggal adalah lengkuas, jahe, alang-alang, kunyit, dan temulawak dan lain-lain.
loading...

Organ Metamorfa Tumbuhan

Bahan Ajar Budidaya Pertanian
Rizki, S.Si., M.P.

Organ metamorfa (organ metamorpha) merupakan organ tumbuhan yang terdiri dari kuncup (gemma), ubi (tuber), umbi (bulbus), sulur (cirrus), Piala (Ascidium) dan Gelembung (Utriculus) dan duri sejati.

a) Kuncup (gemma)

Kuncup merupakan bagian tumbuhan yang sesungguhnya adalah tunas, jadi terdiri atas calon batang beserta calon daun-daunnya yang dapat berkembang menjadi bagian tumbuhan baru, tetapi tidak semua kuncup dapat berkembang menjadi bagian tumbuhan yang baru. Kuncup lazimnya dilindungi oleh alat-alat seperti rambut-rambut, sisik-sisik, daun penumpu dan lain-lain. Pada tumbuhan ada kuncup yang selama bertahun-tahun berupa kuncup saja, kuncup ini disebut kuncup tidur atau kuncup laten. Menurut tempatnya kuncup dibedakan dalam tiga macam:
loading...

Daun (Fungsi, Struktur dan Sifat)

Bahan Ajar Budidaya Pertanian
Rizki, S.Si., M.P.

Daun adalah organ utama yang umumnya berupa lembaran berwarna hijau karena mengndung kloroplas di dalam sel – selnya, berbentuk pipih melebar, tumbuh melekat pada batang, cabang, ranting, berbentuk lebar, tipis, menghadap ke atas.

Struktur daun: Pada daun terdapat tulang daun yang merupakan kelanjutan dari pembuluh kayu (xilem) dan pembuluh tapis (floem) yang terdapat dalam batang.
loading...

Batang (Fungsi, Struktur dan Sifat)

Bahan Ajar Budidaya Pertanian
Rizki, S.Si., M.P.

Batang merupakan organ tempat lintasan makanan hasil fotosintesis yang diproduksi oleh daun. Sebagai hasil fotosintesis tersebut dibawa ke seluruh tubuh dan sebagian lagi disimpan pada batang sebagai cadangan makanan. Bagian luar batang dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan karena batang tumbuhan memiliki ciri – ciri khusus, seperti batang lunak berwarna hijau dan batang keras berwarna coklat.
loading...

Akar (Fungsi, Sifat, Jenis, Sistem dan Struktur)

Akar

Akar merupakan bagian dari tumbuhan yang umumnya terdapat di bawah tanah dan merupakan kelanjutan dari sumbu tanaman. Struktur akar tersusun atas struktur luar (morfologi) dan struktur dalam (anatomi). Secara morfologi, akar tersusun atas rambut akar dan tudung akar, sedangkan secara anatomi akar tersusun atas epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat. Struktur akar tersusun dari akar primer, akar sekunder, rambut akar, ujung akar dan tudung akar (kaliptra). Rambut akar umumnya terbentuk didekat ujung akar dan berumur pendek, serta merupakanperluasan permukaan dari sel-sel epidermis akar. Rambut akar berfungsi untuk memperluas daerah absorpsi mineral dan air daridalam tanah. Tudung akar (kaliptra) melindungi ujung akar yang bersifat sangat lunak dan mudah rusak. Bagian luar tudung akar menghasilkan cairan yang bersifat asam,yang didalamnya terdapat enzim yang berfungsi untuk menguraikan zat-zat tertentu,yang tidak mudah tembus olehujung akar dengan enzim tersebut, ujung-ujung akar dapat menembus dinding bahkan pondasi bangunan yang sangat kokoh sekalipun. Tudung akar berfungsi untuk melindungi sel-sel akar darikerusakan akibat pertumbuhan akar menembus tanah.
loading...

Pembiakan Tananam Secara Vegetatif

BAHAN AJAR MATA KULIAH BUDIDAYA PERTANIAN
Dosen : Rizki, S.Si., M.P.

Capaian Pembelajaran
Memahami pembiakan tananam secara vegetatif

Materi Kuliah
loading...

Teknologi Fermentasi di bidang Peternakan


Bahan Ajar Mata Kuliah Bioteknologi Industri
Dosen : Rizki, S.Si., M.P.

Pakan Fermentasi

Pola ternak yang tidak berubah secara turun temurun ternyata masih banyak dilakukan oleh para peternak. hal ini karena kurangnya penyuluh peternakan dan tidak mampu mengcover para peternak di pedesaan, dan layanan internet pun belum masuk pedesaan sehingga membatasi trasformasi ilmu baru kepada para peternak di desa. Yang terjadi adalah mereka jarang sekali menghitung secara bisnis apakah potensinya sudah benar-benar maksimal atau bahkan baru setengah atau malah mungkin baru sedikit dan tidak begitu menguntungkan sebagai suatu lahan usaha. Sebenarnya sangat disayangkan. Kurangnya pengetahuan terhadap ilmu-ilmu peternakan baru, membuat hasil dari bisnis peternakan ini masih jauh dari kata layak. Salah satu cara untuk meningkatkan mutu pakan ternak adalah dengan cara melakukan fermentasi trhadap pakan ternak. Fermentasi adalah jenis respirasi anaerob yaitu proses pelepasan energi yang terjadi dalam ketiadaan oksigen bebas. proses yang mengacu pada mikroorganisme untuk memecah bahan organik untuk mendapatkan energi yang dibutuhkan untuk tetap hidup, dan membuat senyawa organik seperti alkohol dan asam organik, serta senyawa anorganik seperti karbon dioksida dan hidrogen. Tergantung pada zat yang terbentuk, proses ini disebut fermentasi alkohol, fermentasi asam laktat, fermentasi asam amino, dll.

loading...

Kloning Hewan


Bahan Ajar Mata Kuliah Bioteknologi Industri
Dosen : Rizki, S.Si., M.P.

Kloning Hewan

Kloning dapat diartikan sebagai suatu teknik membuat keturunan dengan kode genetik yang sama dengan induk yang menjadi donor inti sel somatiknya, pada makhluk hidup tertentu baik hewan maupun manusia. Kloning menurut defenisi ialah reproduksi sel pada suatu organisme tanpa melakukan modifikasi genotipnya. Pada dasarnya kloning merupakan reproduksi nonseksual.
loading...

Bioteknologi di Bidang Peternakan

Bahan Ajar Mata Kuliah Bioteknologi Industri
Dosen : Rizki, S.Si., M.P.

Capaian Pembelajaran
Mahasiswa mampu memahami dan mampu menjelaskan Bioteknologi dibidang Peternakan

Materi Kuliah

Bioteknologi Industri dibidang Peternakan
loading...

Pengelolaan Laboratorium



Bahan Ajar Teknik Laboratorium
Rizki, S.Si, M.P.

Pertemuan ke : 3 (tiga)

Capaian pembelajaran
Mahasiswa mampu Memahami pengelolaan laboratorium dan organisasi laboratorium

Materi Perkuliahan
loading...

Mesofita


Bahan Ajar Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Mesofita, kelompok tumbuhan yang bertoleransi pada kondisi tanah yang moderat (tidak dalam keadaan ekstrim). Umumnya tumbuhan darat, termasuk tanaman pertanian, perakaran bercabang banyak dan terbentuk sempurna, stomata daun banyak di permukaan bawah helaian daun, dan layu bila kehilangan total airnya 25%.

loading...

Xerofita


Bahan Ajar Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Xerofita merupakan kelompok tumbuhan yang beradaptasi untuk hidup di daerah kering, tumbuhan ini tahan terhadap kekeringan yang lama, baru layu bila kehilangan 50–75 % kandungan total air. Tumbuhan ini telah teradaptasi untuk daerah ke-ring, sangat sedikit jumlahnya dan lebih terkhususkan jika dibandingkan dengan kelompok lainnya. Xerofita ini dapat dikelompokkan dalam dua sub kelompok besar, yai-tu kelompok yang menghindar terhadap kekeringan (xerofita tidak murni), dan kelompok yang memikul atau menehan situasi kering (Xerofita asli). Penghindar terhadap kekeringan mencegah kekeringan dengan jalan melakukan adaptasi dalam siklus hidup, morfologi, dan fisiologi.

loading...

Halofita


Bahan Ajar Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Halofita merupakan kelompok tumbuhan yang terkhususkan tumbuh pada lingkungan berkadar garam tinggi (kekeringan fisiologi). Tumbuhan yang hidup dalam kadar garam yang tinggi, mempunyai mekanisme untuk menerima garam yang masuk dalam tubuhnya. Halofita harus mampu mengatasi masalah kekeringan fisiologi. Tingginya konsentrasinya garam dalam tanah mungkin menghambat penyerapan air secara osmosis. Pada rawa pantai halofita berada dalam kekeringan saat surut, dan pengaruh kekurangan air dapat diimbangi dengan penyimpanan air dalam tubuhnya sehingga bentuk halofita ini sering memperlihatkan sifat sukulen. Contoh: Achantus ilicifolius dan berbagai tumbuhan di rawa estuaria (USU, 2006 )
loading...

Hidrofita


Bahan Ajar Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Hidrofita : kelompok tumbuhan yang hidup dalam air atau pada tanah yang tergenang secara permanen. Kelompok tumbuhan yang hidup sebagian atau seluruhnya didalam air atau habitat yang basah. Jadi dalam hal ini keadaan air dalam kondisi berlebihan, dan tumbuhan yang hidup mempunyai karakteristika yang khusus, seperti terdapatnya jaringan lakuner terutama pada daun dan akar yang berperan dalam memenuhi kebutuhan akan udara sebagian adaptasi terhadap kekurangan oksigen. Berdasarkan karakteristiknya dikenal 4 sub kelompok hidrofita, yaitu ( USU, 2006 )
loading...

Adaptasi Tumbuhan terhadap Kekurangan dan kelebihan Air


Bahan Ajar Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Kekeringan merupakan situasi yang sering dialami oleh tumbuhan, meskipun dipahami bahwa kurangya curah hujan bukanlah satu-satunya faktor yang dapat menimbulkan masalah kekeringan. Suhu yang tinggi bisa juga memberikan pengaruh kekurangan air ini. Bila musim kering itu bersifat periodik dan merupakan karakteristik daerah, maka tumbuhan yang berada di daerah ini akan memperlihatkan penyesuaian dirinya, berbagai car penyuasaian ini tergantung pada tumbuhan itu. Umumnya memperlihatkan reduksi dari daun dan dahan, memperpendek siklus hidup atau biji pada pada atau dekat. permukaan, rambut akar bertambah banyak, sel kutikula menebal,d inding sel mengandung lebih banyak ikatan lipid, jaringan polisade berkembang lebih baik tetapi sebaliknya dengan bungkarang,sel dan ruang antar sel mengecil tetapi jaringan lignin membesar. Kecepatan fotosintess, tekanan osmosis dan permeabilitas protoplasma meninggal dan di ikuti dengan penurunan viskositas protoplasma, akibatnya perbandingan tepung dan gula menjadi besar. sehingga secara total tumbuhan menjadi tahan terhadap kelayuan.Berbagai usaha untuk mengatasi kekurangan air atau mengurangi kebutuhan air bagi tumbuhan (USU, 2006)
loading...

Info Kesehatan Anda

loading...

Rizkibio Web Learning

Entri Populer