Selamat Datang di situs materi perkuliahan yang diampu oleh Rizki, S.Si., M.P email: khi_bio@yahoo.com Web: http://www.rizkibio.com

Welcome on Rizkibio Web Learning

Bismillahirrahmaanirrahiim
Selamat datang di Web bimbingan Rizki, S.Si., M.P., Lecturer Program studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat. Web ini di buat dengan tujuan untuk mempermudah mahasiswa dalam mendapatkan dan memahami konsep-konsep tentang mata kuliah yang di bimbing oleh penulis. Selain itu dengan adanya Web ini diharapkan mahasiswa lebih kreatif dan mereka tetap dapat mengakses materi tentang perkuliahan dimanapun mereka berada melalui ponsel, netbook, laptop, atau komputer yang terhubung dengan internet. Web ini juga dapat membantu mahasiswa dalam melakukan praktikum karena dalam web ini juga disediakan foto-foto objek atau gambar bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam praktikum. selain itu di web ini mahasiswa juga dapat mendownload berbagai ebook gratis dan powerpoint ringkasan materi yang berhubungan dengan perkuliahan yang penulis bimbing (dalam pengembangan). Semoga bermanfaat dan Selamat Belajar...........

Soal-Soal Taksonomi Tumbuhan Tinggi

Silahkan Ketikan Soal dan Jawabannya pada kolom komentar di Bawah ini

Analisis Isoenzim

Rizki dan Aprilia Ridhawati

Lehninger (2005) mengatakan bahwa banyak enzim memiliki lebih dari satu bentuk molekuler di dalam spesies yang sama, pada jaringan yang sama bahkan di dalam sel yang sama. Enzim seperti ini memiliki bentuk yang berbeda namun mengkatalisa reaksi yang sama, karena enzim-enzim ini memiliki sifat-sifat kinetik dan dalam komposisi atau sekuen asam amino yang berbeda, maka enzim ini dapat dibedakan dan dipisahkan dengan prosedur yang sesuai. Bentuk enzim yang bervariasi ini disebut isoenzim atau isozim. Menurut Anonymous (2007)

Kekerabatan Berdasarkan Karakter Morfologi

Rizki dan Aprilia Ridhawati

Penanda (marker) ialah suatu sifat yang dapat diturunkan. Selain itu, marker ialah sifat yang dapat berkorelasi dengan genotip tertentu serta dapat digunakan untuk mengkarakterisasi genotip tersebut. Sehingga suatu sifat dapat dipakai sebagai marker jika sifat tersebut diwariskan secara tegas pada keturunannya dan terpaut dengan sifat yang dikehendaki. Marker morfologi dapat dikarakterisasi dan diidentifikasi melalui pencatatan data pada sifat yang memiliki heritabilitas tinggi, muncul di semua lingkungan dan dapat dideteksi secara tegas (Lamadji, 1998). 

Karakteristik Tanaman Apel (Malus domestica Borkh.)

Rizki dan Aprilia Ridhawati

Tanaman apel yang dibudidayakan hingga sekarang diduga merupakan hasil persilangan antara Malus sylvestris Miller, Malus dasyphylla Borkh, Malus pumila Miller dan beberapa jenis asal Asia. Diperkirakan di dunia terdapat lebih dari 100 jenis apel, kebanyakan terdapat di daerah subtropik, karena selalu terjadi persilangan alami. Akibatnya, beberapa jenis apel tidak diketahui asal-usulnya. Di Indonesia jenis yang ditanam petani lebih dari 80% ialah “Rome Beauty”, “Manalagi” dan “Princess Noble” (Ashari, 1995).

Tujuan Pengelolaan Plasma Nutfah

Rizki dan Aprilia Ridhawati

Plasma nutfah (germplasm)ialah sumber genetik yang terpendam dalam satu spesies yang memiliki keragaman genetik yang luas dan dihasilkan oleh perbedaan varietas, strain, galur, sub spesies atau populasi.

Produktivitas dan daya dukung

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Produktivitas adalah laju produksi makhluk hidup dalam ekosistem. Produksi bagi ekosistem merupakan proses pemasukan dan penyimpanan energi dalam ekosistem. Pemasukan energi dalam ekosistem yang dimaksud adalah pemindahan energi cahaya menjadi energi kimia oleh produsen. Sedangkan penyimpanan energi yang dimaksudkan adalah penggunaan energi oleh konsumen dan mikroorganisme.

Daya Dukung Lingkungan (Carrying Capacity) adalah Jumlah individu maksimum dari suatu spesies yang dapat hidup dalam suatu ekosistem ditentukan oleh luas relung yang tersedia bagi spesies tersebut. Konsep relung dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa ukuran populasi dari suatu spesies yang terdapat dalam ekosistem tetap konstan dari waktu ke waktu dalam waktu yang relatif lama meski selalu mendapatkan tambahan anak.

Produktivitas Berbagai Ekosistem

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Produksi bagi ekosistem merupakan proses pemasukan dan penyimpanan energ dalam ekosistem. Pemasukan energi dalam ekosistem yang dimaksud adalah pemindahan energi cahaya menjadi energi kimia oleh produsen. Sedangkan penyimpanan energi yang dimaksudkan adalah penggunaan energi oleh konsumen dan mikroorganisme. Laju produksi makhluk hidup dalam ekosistem disebut sebagai produktivitas.

Metode Penentuan Produktivitas Primer

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Beberapa cara penentuan produktivitas primer adalah sebagai berikut :

a. Metode penuaian

Cara ini di tentukan berdasarkan berat pertumbuhan dari tumbuhan. Dapat dinyatakan secara langsung berat keringnya atau kalori yang terkandung, tetapi keduanya dinyatakan dalam luas dan priode waktu tertentu. Metode ini mengukur produktivitas primer bersih.

Koevolusi

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.


Koevolusi adalah tipe-tipe adaptasi yang khas karena hubungan antar jenis (interspesific) makhluk hidup. Koevolusi digunakan untuk mendeskripsikan suatu keadaan yang melibatkan serangkaian adaptasi terbalik (resiprokal), perubahan pada satu spesies yang berperan sebagai komponen seleksi untuk spesies lain, dan adaptasi perlawanan dari spesies kedua yang timbul sebagai respon pengaruh seleksi yang ditimbulkan oleh spesies pertama. Koevolusi secara intensif dipelajari dalam hubungan predator-prey dan simbiosis yang merupakan hubungan antar populasi makhluk hidup dalam komunitas.

Evolusi Ekosistem

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.


Ekosistem tidak diam dan statis, melainkan selalu berubah (dinamis). Ekosistem tumbuh dari komunitas sederhana menuju ke komunitas yang kompleks. Selama pertumbuhan itu terjadi pergantian jenis-jenis organisme yang dominan atau menguasai. Pertumbuhan dominasi itu dikenal sebagai suksesi atau evolusi. Suksesi terus berlangsung hingga tercapai suatu klimaks. Sebagai contoh, sawah yang dibiarkan akan ditumbuhi rumput. Jika dibiarkan terus beberapa tahun kemudian, akan ditumbuhi semak belukar, jika terus dibiarkan, misalnya hingga 75-150 tahun, mungkin akan menjadi hutan yang lebat.

Proses-proses dasar dalam produktivitas primer

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Produksi bagi ekosistem merupakan proses pemasukan dan penyimpanan energi dalam ekosistem. Pemasukan energi dalam ekosistem yang dimaksud adalah pemindahan energi cahaya menjadi energi kimia oleh produsen. Sedangkan penyimpanan energi yang dimaksudkan adalah penggunaan energi oleh konsumen dan mikroorganisme. Laju produksi makhluk hidup dalam ekosistem disebut sebagai produktivitas.

Produktivitas primer merupakan laju penambatan energi yang dilakukan oleh produsen. Menurut Campbell (2002), Produktivitas primer menunjukkan Jumlah energi cahaya yang diubah menjadi energi kimia oleh autotrof suatu ekosistem selama suatu periode waktu tertentu. Total produktivitas primer dikenal sebagai produktivitas primer kotor (gross primary productivity, GPP). Tidak semua hasil produktivitas ini disimpan sebagai bahan organik pada tubuh organisme produsen atau pada tumbuhan yang sedang tumbuh, karena organisme tersebut menggunakan sebagian molekul tersebut sebagai bahan bakar organik dalam respirasinya. Dengan demikian, Produktivitas primer bersih (net primary productivity, NPP) sama dengan produktivitas primer kotor dikurangi energy yang digunakan oleh produsen untuk respirasi.

Daur Fosfor

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Fosfor (P) merupakan bahan pembentuk tulang pada hewan. Semua makhluk hidup memerlukan fosfor sebagai pembentuk DNA, RNA, protein, energi (ATP), dan senyawa organik lainnya. Daur fosforus terjadi melalui proses berikut:

Daur Belerang (Sulfur)

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Sulfur merupakan unsur penyusun protein. Tumbuhan mendapatkan belerang dari dalam tanah dalam bentuk sulfat (SO42-). Di dalam tubuh tumbuhan, belerang digunakan sebagai bahan penyusun protein. Hewan dan manusia mendapatkan belerang dengan jalan memakan tumbuhan. Jika tumbuhan dan hewan mati, jasad renik akan menguraikannya menjadi gas H2S, atau menjadi SO2 dan SO42-.

Daur Air

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P. 

Air sangat penting bagi makhluk hidup karena air berfungsi sebagai pelarut kation dan anion, pengatur suhu tubuh, pengatur tekanan osmotik sel dan bahan baku untuk fotosintesis. Di alam terjadi daur air yang dapat diuraikan sebagai berikut:

Daur Karbon dan Oksigen

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.


Unsur C (karbon) diserap tumbuhan dalam bentuk CO2 tumbuhan tidak dapat menyerap unsure C dalam bentuk gula atau zat tepung. Sebaliknya hewan hanya dapat memanfaatkan karbon dalam bentuk persenyawaan organik. Unsur C dan O selalu terlibat dalam proses respirasi dan fotosintesis, yaitu dalam bentuk CO2 dan O2.

Daur Nitrogen

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.


Nitrogen merupakan salah satu unsure pembentuk asam amino. Asam amino merupakan persenyawaan pembentuk molekul protein. Protein merupakan senyawa yang berguna sebagai penyusun tubuh, misalnya otot, dan sebagai penggiat reaksi-reaksi metabolisme tubuh, misalnya enzim pencernaan untuk mencerna makanan.Nitrogen diperlukan tidak dalam bentuk unsure, melainkan dalam bentuk persenyawaan. Atmosfer bumi mengandung ±79% nitrogen. Petir menyebebkan nitrogen di atmosfer bersenyawa dengan oksigen membentuk nitrat (NO3). Tumbuhan menyerap nitrat dari tanah untuk dijadikan protein. Ketika tumbuhan dimakan consumer, nitrogen berpindah ke tubuh hewan. Urin, bangkai hewan, dan tumbuhan mati akan diuraikan oleh pengurai menjadi ammonium dan ammonia. Bakteri nitrit Nitrosomonas mengubah ammonium menjadi nitrit. Selanjutnya, bakteri nitrat Nitrobacter akan mengubah nitrit menjadi nitrat. Peristiwa pengubahan ammonium menjadi nitrit dan nitrat disebut sebagai nitrifikasi. Nitrat akan diserap lagi oleh tumbuhan. Ada pula bakteri yang mampu mengubah nitrat atau nitrit menjadi nitrogen bebas di udara. Prosesnya disebut sebagai denitrifikasi.

Siklus Biogeokimia

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.


Siklus atau daur unsur-unsur kimia berputar melewati tubuh makhluk hidup, tanah, dalam bentuk persenyawaan-persenyawaan kimia. Jadi, daur materi atau mineral ini berlangsung di dalam ekosistem (biosfer), mengalir melalui komponen, biotik, abiotik, reaksi kimia dan seterusnya. Oleh karena itu, siklus materi tersebut disebut sebagai daur biogeokimia.

Piramida Biomassa dan Piramida Energi

Bahan Ajar Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Piramida biomassa dapat dinyatakan sebagai diagram yang mengambarkan perpaduan massa seluruh makhluk hidup di habitat tertentu yang diukur dan dinyatakan dalam satuan gram. Biomassa merupakan ukuran berat materi hidup pada waktu tertentu. Piramida biomassa yaitu suatu piramida yang menggambarkan berkurangnya transfer energi pada setiap tingkat trofik dalam suatu ekosistem. Umumnya bentuk piramida biomassa akan mengecil ke arah puncak, karena perpindahan energi antara tingkat trofik tidak efisien. Piramida biomassa berfungsi untuk menggambarkan massa seluruh organisme di habitat tertentu yang diukur dalam gram. Untuk menghindari kerusakan habitat, biasanya hanya diambil sedikit sampel dan diukur, kemudian total seluruh biomassa dihitung. Dengan pengukuran seperti ini akan didapat informasi yang lebih akurat tentang apa yang terjadi pada ekosistem. Massa dapat berbentuk terbalik.

Rantai Makanan dan Jaring-Jaring Makanan

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Alira Energi (Rantai Makanan dan Jaring-Jaring Makanan)

Rantai makanan merupakan aliran energi makanan melalui sebuah ekosistem. Energi tersebut mengalir dalam satu arah melalui sejumlah makhluk hidup. Semua energi yang masuk ke dalam rantai makanan umumnya berasal dari cahaya matahari. Melalui proses fotosintesis energi tersebut diubah dan disimpan dalam tubuh makhluk hidup produser dalam bentuk energi kimia. Selanjutnya, energi tersebut mengalir ke konsumer pada berbagai tingkat trofik dalam ekosistem. 

Ekosistem Tertutup dan Terbuka

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Ekosistem Tertutup dan Terbuka

1) Ekosistem tertutup

Sistem tertutup yaitu sistem dengan batas yang memungkinkan untuk terjadinya pertukaran energi, tetapi tidak memungkinkan pertukaran materi antara sistem dengan pertukaran energi. Bumi adalah salah satu contoh sistem tertutup. Sistem tertutup ditandai dengan tidak adanya energi yang atau materi yang melewati batas luar sistem.

Konsep Dasar Penting Dalam Suatu Ekosistem

Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Konsep Dasar Penting Dalam Suatu Ekosistem


Istilah ekosistem pertama kali diperkenalkan oleh Tansley (1935), ia mengemukakan bahwa ekosistem adalah hubungan timbal balik antara komponen biotik (tumbuhan, hewan, manusia, mikroba) dengan komponen abiotik (cahaya, udara, air, tanah dan lain sebagainya). Apabila salah satu komponen terganggu, maka komponen-komponen lainnya secara cepat atau lambat juga akan ikut terpengaruh.

Konsep Dasar Ekosistem

Bahan Ajar Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan
Rizki, S.Si., M.P.

Capaian Pembelajaran
Mahasiswa dapat memahami tentang ekosistem

Materi Perkuliahan

Ekosistem
  1. Konsep Dasar Penting Dalam Suatu Ekosistem (klik disini)
  2. Ekosistem Tertutup dan Terbuka (klik disini)
  3. Aliran energi (klik disini)
  4. Piramida Biomassa dan Energi (klik disini)
  5. Siklus biogeokimia (klik disini)
  6. Produktivitas dan daya dukung (klik disini)
  7. Proses-proses dasar dalam produktivitas primer (klik disini)
  8. Metode penentuan produktivitas primer (klik disini)
  9. Produktivitas berbagai ekosistem (klik disini)
  10. Evolusi ekosistem (klik disini)
  11. Koevolusi (klik disini)


Daftar Kepustakaan

Anonim. 2007. Produktivitas Primer_Tinjauan Pustaka.(pdf_file).

Campbell, N. A., J. B. Reece, L. G. Mitchell. 2002. Biologi (terjemahan), Edisi kelima Jilid3. Jakarta. Penerbit Erlangga. 

Dewiki S. & S. Yuniati. 2005. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta. Universitas Terbuka. 

Kimball, J.W. (1989). Biologi, diterjemahkan oleh H.S.S. Tjitrosomo & N. Sugiri. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Mcnaughton, S.J., L. L. Wolf. 1998. Ekologi Umum (terjemahan), Edisi kedua. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press. 

Resosudarmo , Sudjiran, Kartawinata, Kuswata, Soegiarto & Apriliani. (1987). Pengantar Ekologi. Jakarta: Remaja Karya.

Tim Penyusun. 2006. Ekologi Tumbuhan. Sumatera Utara: Usu.



Sistem Organ

Bahan Ajar Biologi Dasar
Rizki, S.Si., M.P.

Organ merupakan kumpulan beberapa jaringan untuk melakukan fungsi tertentu di dalam tubuh. Misalnya, kulit yang menutupi permukaan luar tubuh adalah organ yang terdiri dari jaringan penyambung., jaringan epitel, jaringan otot, jaringan pembuluh darah dan jaringan saraf. Semua jaringan ini secara bersama-sama berfungsi sehingga kulit dapat melindungi tubuh dari kekeringan, perubahan temperatur, cahaya matahari, terkena infeksi, terkena zat-zat kimia dan tekanan mekanik. Di samping melindungi tubuh, kulit juga merupakan organ yang berfungsi untuk mengeluarkan hasil-hasil metabolismayang tidak berguna lagi bagi tubuh, sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan dan tempat penyimpanan cadangan makanan dan tempat indera peraba.

Jaringan Saraf

Bahan Ajar Biologi Dasar
Rizki, S.Si.,M.P.

Jaringan saraf terdiri dari sel-sel saraf yang disebut dengan neuron. Jaringan saraf terdistribusi diseluruh tubuh sebagai suatu jaringan komunikasi terpadu. Sel-sel saraf memperlihatkan banyak jaluran panjang dan beberapa jenis sel glia atau neorglia. Neuron biasanya menerima informasi dari dendrit dan badan sel dan mengantarkannya melalui akson. Struktur neutron ini dapat dilihat pada gambar terlampir.

Jaringan Otot

Bahan Ajar Mata Kuliah Biologi Dasar
Rizki, S.Si., M.P.

Jaringan otot merupakan jaringan yang tersusun atas sekelompok sel yang memiliki mikrofilamen aktin dan miosin sehingga mampu berkontraksi. Dalam perkembangannya jaringan otot berasal dari lapisan mesoderm (lapisan tengah) pada masa gastrulasi. Aktin dan miosin merupakan protein kontraktil yang ketika dirangsng maka akan berkontraksi. Hasil kontraksi yang ditimbulkan oleh aktin dan miosin menyebabkan organ yang disusun oleh jaringan otot dapat bergerak. Diperlukan energi yang cukup besar untuk menghasilkan kontraksi aktin dan miosin yang diperoleh dari hasil respirasi sel.

Jaringan Tulang

Bahan Ajar Mata Kuliah Biologi Dasar
Rizki, S.Si., M.P.

Jaringan tulang

Tulang merupakan salah satu jaringan terkeras di dalam tubuh manusia. Fungsi tulang adalah : penyokong tubuh, melindungi organ vital, tempat pembuatan sel-sel darah. Tulang terdiri dari : (1) bahan intersel yang mengalami kalsifikasi, (2) matriks tulang, dan (3) berbagai jenis sel, seperti osteosit, osteoblas dan osteoklas.

Jaringan Penyambung (Ikat)

Bahan Ajar Biologi Dasar
Rizki, S.Si., M.P.

Jaringan Penyambung 

Jaringan penyambung (pengikat) merupakan jaringan yang berfungsi menghubungkan dan mengikat sel dan organ sehingga memberikan sokongan terhadap tubuh. Jaringan ini mempunyai konsistensi lunak, fleksibel, dan tidak resisten terhadap stress. Unsur utama jaringan penyambung adalah sel-sel dan matriks ekstra selnya. Matriks ekstrasel ini terdiri dari jaringan. Di dalam matriks ekstrasel inilah terdapat sel-sel khusus. Jaringan penyambung terdapat hampir di semua bagian lendir, otot, saraf, kulit dan semua organ di bagian dalam tubuh.
Macam jaringan penyambung

Jaringan Epitel

Bahan Ajar Biologi Dasar
Rizki, S.Si., M.P.

1. Jaringan epitel

Jaringan epitel merupakan jaringan yang dibangun dari sel-sel ketiga lapisan lembaga (ektoderm, mesoderm dan endoderm). Beberapa ciri jaringan epitel adalah : (1) mempunyai bentuk dan ukuran sel yang bervariasi, (2) terdapat suatu lapisan dasar (lamina basalis) yang berhubungan dengan jaringan penyambung di bawahnya, dan (3) kohesi di antara sel-sel relatif kuat. Di samping itu, sel-sel epitel tersususn sangat rapat, sehingga hanya sedikit mengandung zat inter sel dan pelekatan di antara sel-sel sangat kuat. Jaringan epitel terdapat pada seluruh permukaan tubuh dan seluruh permukaan rongga yang ada dalam tubuh, seperti rongga saluran pencernaan, saluran pernafasan dan saluran reproduksi.

Struktur dan Organisasi Hewan Vertebrata

Bahan Ajar Biologi Dasar
Rizki, SSi., M.P.

Capaian Pembelajaran: Memahami Struktur dan Organisasi Hewan Vertebrata

Materi Perkulihan

Vertebrata mempunyai struktur dan organisasi tubuh yang komplit (lengkap) dan kompleks (rumit). Pembahasan mengenai sub pokok bahasan ini masih bersifat umum dan difokuskan hanya pada jaringan dasar dan sistem organ.

Rhizombium dan Pemanfaatannya di Bidang Pertanian

Bakteri Rhizobium merupakan salah satu jenis bakteri penambat nitrogen yang mampu bersimbiosis dengan tanaman, terutama pada tanaman leguminosae. Untuk memanfaatkan simbiosis bakteri rhizobium dengan tanaman leguminosae dalam konsep pertanian organik berkelanjutan, dibutuhkan pemahaman mengenai proses asosiasi antara rhizobium dengan tanaman inang.

Mikoriza dan Peranannya bagi Tanaman

Mikoriza pertama kali dipublikasikan pada tahun 1840 ketika Robert Hartig menemukan adanya cendawan pada akar tanaman pinus. Tahun 1885 A. B. Frank menamakan asosiasi tersebut sebagai mikoriza. Berdasarkan penemuan tersebut diketahui bahwa mikoriza merupakan suatu bentuk simbiosis mutualisme cendawan (myces) dengan akar (rhiza) tumbuhan tingkat tinggi yang terjadi dalam jaringan akar tanaman atau pada permukaan akar (Rao, 1994).

Industri Pupuk Hayati (Biofertilizer)

Pupuk hayati (biofertilizer) seringkali dianggap sebagai pupuk organik. Kekeliruan ini sepertinya sepele, namun bisa berakibat fatal jika terdapat kesalahan dalam menggunakannya. Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai pengertian dan fungsinya.

Permentan No.2 tahun 2006, menggolongkan pupuk hayati ke dalam pembenah tanah, bukan pupuk organik. Pembenah tanah itu sendiri bisa organik ataupun non organik. Pupuk hayati termasuk dalam pembenah tanah organik. Dalam peraturan tersebut pupuk organik didefinisikan sebagai sekumpulan material organik yang terdiri dari zat hara (nutrisi) bagi tanaman, di dalamnya bisa mengandung organisme hidup atau pun tidak. Sedangkan pupuk hayati merupakan sekumpulan organisme hidup yang aktivitasnya bisa memperbaiki kesuburan tanah.

Industri Pupuk Bokashi

Bokashi dipopulerkan pertama kali di Jepang sebagai pupuk organik yang bisa dibuat dengan cepat dan efektif. Terminologi bokashi diambil dari istilah bahasa Jepang yang artinya perubahan secara bertahap. Sedangkan EM4 merupakan jenis mikroorganisme dekomposer untuk membuat pupuk bokashi. EM4 dipopulerkan oleh Prof. Dr. Teruo Higa dari Jepang.

Proses pembuatan pupuk bokashi relatif lebih cepat dari pengomposan konvensional. Bokashi sudah siap dijadikan pupuk dalam tempo 1-14 hari sejak dibuat, tergantung dari bahan baku dan metode yang digunakan. Membuat bokashi sangat mudah, bisa dilakukan dalam skala rumah tangga maupun skala pertanian yang lebih besar. Berikut ini kami jelaskan tahap-tahapnya.

Industri Pupuk Organik

Dalam Permentan No.2 tahun 2006, pupuk organik didefinisikan sebagai pupuk yang sebagian atau seluruhnya berasal dari dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Pupuk organik mempunyai beragam jenis dan varian. Jenis-jenis pupuk organik dibedakan dari bahan baku, metode pembuatan dan wujudnya. Dari sisi bahan baku ada yang terbuat dari kotoran hewan, hijauan atau campuran keduanya. Dari metode pembuatan ada banyak ragam seperti kompos aerob, bokashi, dan lain sebagainya. Sedangakan dar sisi wujud ada yang berwujud serbuk, cair maupun granul atau tablet.

Tanaman Kedelai Tahan Penggerek Polong Melalui Transformasi Genetik Gen Cry 1AB dengan Vektor Agrobacterium tumefaciens

Kedelai merupakan tanaman penting di Indonesia setelah padi dan jagung, yang hingga saat ini untuk memenuhi tingginya permintaan masih perlu dilakukan impor dalam jumlah yang sangat tinggi.Kebutuhan kedelai Indonesia meningkat hingga mencapai 2.24 juta setiap tahunnya, padahal produksi kedelai nasional pada tahun 2000 saja, hanya mencapai 1.19 juta ton. Hingga tahun 2000, Indonesia mengimpor kedelai 342.124 ton per tahun dan menghabiskan devisa sebesar USD 200-300 juta (Biro Pusat Statistik Indonesia 2002). Upaya peningkatan produksi kedelai di Indonesia terkendala oleh beberapa faktor, diantaranya adalah tingginya serangan hama penggerek polong kedelai (Etiella zinkenella). Serangan hama ini dapat menurunkan hasil hingga 20-40 % pada areal pertanaman sekitar 11.000 ha setiap tahunnya, bahkan mencapai 90 % apabila tidak dilakukan pengendalian (Nurdin et al., 1995). Serangan hama ini dapat diatasi dengan penggunaan insektisida kimia. Namun demikian, penggunaan fungisida inimenjadi tidak efektif apabila dilakukan pada daerah dengan tingkat serangan yang sangat tinggi. Selain itu penggunaan fungisida yang terus menerus dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan timbulnya resistensi serangga terhadap bahan kimia.

Entri Populer